Ayo, Saksikan Hujan Meteor Malam Ini di Langit

  • Whatsapp
Ilustrasi hujan meteor (Shutterstock)

MALAM ini hujan meteor Geminid akan mencapai puncaknya. Namun selain fenomena itu, ternyata ada tiga fenomena langit lainnya yang akan hadir bersamaan.

Bagi Anda yang menyukai pemandangan langit, beberapa fenomena langit malam ini bisa dijadikan alternatif hiburan bersama keluarga di akhir pekan ini.

Tentunya jika cuaca mendukung, tidak terhalang kondisi hujan atau keadaan langit cerah, tidak terhalang polusi udara, dan wilayah pandang bebas dari halangan.

Berikut 4 fenomena langit yang terjadi hari ini, Minggu (13/12/2020) dan besok pagi (14/12/2020).

1. Bulan di titik terdekat Bumi (Perigee)

Berdasarkan keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), fenomena bulan di titik terdekat Bumi atau disebut dengan Perigee akan terjadi pada pukul 03.34 WIB dengan jarak 361.757 kilometer.

Sementara itu, iluminasi bulan adalah 4,73 persen yaitu fase sabit akhir, dengan magnitudo visual -6,40 dan lebar sudut 1,56 menit busur. Untuk diketahui, bulan akan terletak di konstelasi Libra ketika perigee terjadi.

Akan tetapi, Anda baru dapat menyaksikan perigee ini terjadi sejak pukul 04.00 WIB hingga terbit Matahari, dikarenakan Bulan masih di bawah ufuk ketika puncak perigee.

Baca Juga :  Perluas Jaringan, Telkomsel Operasikan Broadband 4G LTE di Pulau Adonara

2. Bulan sabit tua

Jika Anda ingin meluangkan waktu di pagi hari untuk memandang langit, bisa jadi Anda menemukan penampakan bulan terakhir berbentuk sabit tua.

Bulan sabit tua dapat disaksikan terakhir kali dengan mata telanjang pada 14 Desember 2020. Anda dapat mengamatinya sejak pukul 4.50 WIB hingga terbit Matahari yaitu sekitar pukul 05.30 WIB dengan jarak toposentris 361.743 kilometer.

Ketampakan bulan sabit tua ini akan terjadi dengan iluminasi 0,79 persen, magnitudo visual -4,99 dan lebar sudut sekitar 1,3 menit busur. Sebagai informasi, bulan sabit tua kali ini berumur 29 hari 17,37 jam, elongasi 9,23 derajat dan terbit dari arah Timur hingga Tenggara di konstelasi Ophiuchus.

3. Konjungsi Bulan-Venus

Dini hari tadi, puncak konjungsi atau kesejajaran antara Bulan dan Venus terjadi yaitu pada spukul 02.45 WIB dengan sudut pisah 1,25 derajat.

Akan tetapi, kedua objek langit ini disebutkan baru terbit pada pukul 04.00 WIB dari arah Timur-Tenggara dengan sudut pisah 1,45 derajat dan terakhir terlihat terbit Matahari yaiu pukul 05.30 WIB dengan sudut pisah 2 derajat.

Baca Juga :  Hati-Hati, Jangan Minum Air Mineral yang Ada Rasa Air Kelapa

4. Puncak hujan meteor Geminid

Hujan meteor Geminid adalah hujan meteor yang titik radian atau titik asal munculnya meteornya berada di konstelasi Gemini.

Dijelaskan Marufin, meskipun hujan meteor itu seakan-akan dari rasi Gemini, tetapi sesungguhnya hujan meteor yang terjadi berasal dari remah-remah komet tak dikenal yang terpecah-pecah di masa silam dan salah satu pecahannya membentuk asteroid 3200 Phaethon (1983 TB).

Anda dan keluarga juga bisa bersiap untuk menyaksikan fenomena langit berupa hujan meteor Geminid yang akan mencapai puncaknya mulai malam ini sampai besok pagi. Jangan sampai melewatkan hujan meteor yang satu ini, karena puncak hujan meteor Geminid termasuk kategeori hujan meteor yang besar karena intensitas maksimum meteor-menghujani langit akan ada sekitar 87 hingga 107 meteor.

Anda dapat mulai mengamatinya sejak malam ini pada pukul 20.00 WIB atau pukul 9 malamnn Wita, hingga besok pagi pukul 05.00 WIB atau pukul 04.00 dini hari Wita. (sumber: kompas.com)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *