Angka Kematian Ibu Malahirkan di Flores Timur Menurun

  • Whatsapp
Foto: aipmnh.org
Foto: aipmnh.org

Kupang–Lintasntt.com: Inovasi 2H2 Centre Plus yang dibangun Kementerian Kesehatan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur berhasil menurunkan angka kematian ibu (AKI) melahirkan selama tiga tahun terakhir.

Sejak dibentuk 2010, AKI di Flores Timur tercatat 14 kematian pada 2009, dan kini menurun menjadi enam kematian pada 2013. Di sisi lain, angka kematian bayi (AKB) baru lahir di daerah itu malah meningkat yakni 45 kematian pada 2009, meningkat menjadi 48 kematian pada 2013.

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur dokter Stefanus Bria Seran mengatakan, 2H2 (dua hari sebelum melahirkan dan dua hari sesudah melahirkan) bertujuan memastikan pemantuan secara langsung terhadap perkembangan ibu hamil demi memastikan mereka melahirkan bayinya dengan aman dan selamat.

Pemantuan ini dimulai dari hari pertama ibu memeriksakan kehamilan. Awalnya bidan koordinator mendaftarkan ibu hamil ke 2H2 Centre Plus dan memberikan data tentang perkiraan tanggal persalinan dan data lain yang relevan.

Menurutnya, sebelum hari persalinan tiba, 2H2 Centre Plus akan memeriksa untuk memastikan apakah kehamilan berjalan normal ataukah membutuhkan rujukan. Jika ternyata ibu hamil perlu dirujuk, baik yang sudah direncanakan atau mendadak, maka 2H2 Centre Plus akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit tentang dan mengatur untuk mengantar ibu hamil ke rumah sakit.

Baca Juga :  BPN: Keluarga Tomboy Tidak Punya Tanah 283 Ha di Kota Kupang

“Jika terjadi komplikasi persalinan, 2H2 CentrePlus bertindak untuk menjembatani Puskesmas dan Spesialis Obgyn di RS untukmemastikan bahwa ibu hamil mendapatkan dukungan teknisi yang tepat selama proses
rujukan. Persalinan normal di Puskesmas akan dilaporkan ke 2H2 Centre dan kondisi serta perkembangan ibu dan bayi juga terus dipantau hingga dua hari (kini tujuh hari) setelah persalinan,” ujarnya di Kupang, Rabu, 16/7/2014.

Ia mengatakan upaya peningkatan kompetensi sumber daya kesehatan di kabupaten ini juga terus ditingkatkan melalui sejumlah inovasi di antaranya sister hospital.

Sister Hospital bertujuan meningkatkan mutu pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif 24 Jam dan mutu tenaga kesehatan, serta inovasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). “Inovasi ini akan menjadi model sistem PJJ diseluruh provinsi/kabupaten/kota di seluruh Indonesia,

Menurutnya prestasi tersebut merupakan bukti keberhasilan Pemerintah Kabupaten Flores Timur serta Dinas Kesehatan NTT bersama Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Australia (DFAT).

Baca Juga :  Prajurit dan Staf Kodim 1604 Kupang Gelar Latihan Posko

Seperti diketahui, Pemerintah Australia secara khusus memberikan dukungan terhadap inovasi ini melalui Program Kemitraan untuk Kesehatan Ibu dan Bayi Baru lahir (AIPMNH) dan Kemitraan Penguatan Sistem Kesehatan (AIPHSS).

Terkait keberhasilan ini, Menteri Kesehatan dokter Nafsiah Mboi dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kupang dijadwalkan mengunjungi beberapa inovasi tersebut pada Kamis (17/7), antara lain 2H2 Centre Plus yakni inovasi pemantauan tetap dua hari sebelum dan setelah persalinan serta inovasi Pendidkan Jarak Jauh (PJJ) untuk meningkatkan kompetensi perawat dan bidan.

Ia mengatakan pada 2012, Kabupaten Flores Timur meraih penghargaan MDGs melalui inovasi 2H2 Centre Plus. “Program ini memantau secara ketat sejak ibu hamil pertama kali memeriksakan kehamilan hingga sesudah bayi dilahirkan. Semua data yang relevan tentang kehamilan termasuk perkiraan tanggal persalinan dan data lainnya dihimpun oleh Tim 2H2 Centre Plus dan dikoordinasikan dengan RSUD setempat,” ujarnya. (gba/dinas kesehatan ntt)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Pingback: AIPHSS 2015