Anggota DPR Fary Francis Sosialisasi Empat Konsensus Dasar Kebangsaan

  • Whatsapp
Sosialisasi Empat Konsensus Dasar Kebangsaan di Gereja Moria Kupang/Foto: Gamaliel
Sosialisasi Empat Konsensus Dasar Kebangsaan di Gereja Moria Kupang/Foto: Gamaliel

Kupang–Lintasntt.com: Anggota DPR Fary Francis menggelar sosialisasi Empat Konsensus Dasar Kebangsaan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 14 Juli 2015.

Sosialisasi dipusatkan di Gereja Moria, Kelurahan Liliba, diikuti pendeta dan jemaat dari Klasis Kupang Tengah.
Sosialisasi ini bertujuan mengingkatkan masyarakat tentang pentingnya empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara.

Read More

Empat konsensus dasar kebangsaan yaknu Pancasila Sebagai Dasar Negara,  UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Baca Juga :  Tarian Daerah Meriahkan Pembukaan Jambore Daerah Kwarda Pramuka NTT

Menurut Ketua Komisi V DPR ini, pemahaman terhadap makna-makna yang terkandung dalam konsensus berbangsa dan bernegara cukup penting sehingga dapat mencegah munculnya berbagai konflik sosial.

Pasalnya persoalan sosial yang dihadapi bangsa seperti munculnya berbagai konflik antarsuku, korupsi, kolusi, dan nepotisme, konflik-konflik penegakan hukum, dan konflik polisi-KPK berpotensi menganggu keutuhan negara.  “Itu tanda-tanda menuju negara gagal,” ujarnya.

Karena itu, pemahaman terhadap konsensus kebangsaan jangan sampai menipis keutuhan negara terjaga dengan baik. Fary mengatakan kasus negara gagal seperti Yunani menjadi contoh penting bagi Indonesia. Empat konsensus dasar itu merupakan modal untuk membangun bangsa yang majemuk.

Ia mengatakan negara disebut gagal jika Konflik sosial dan korupsi yang semakin marak, dan keterlibatan masyarakat dalam pemilu berkurang, tetapi hal seperti itu dapat dicegah hanya dengan kesadaran dan komitmen bersama menjaga kesatuan nasional dan kehidupan yang harmonis.

Baca Juga :  Polemik Taksi Online, Komisi V DPR Siap Revisi UU Angkutan Jalan

Dalam kegiatan tersebut peserta sosialisasi mempertanyakan dana aspirasi DPR, kasus korupsi, narkoba, hubungan Koalisi Indonesia Hebat bersama Koalisi Merah Putih, dan maraknya penaikan harga bahan kebutuhan pokok terutama jelang perayaan hari raya keagamaan dan tahun baru. (gamaliel)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *