Agen Pulau Punggu Ada di Bali

  • Whatsapp
Pulau Punggu/Sumber: Google Earth
Pulau Punggu/Sumber: Google Earth

Kupang—Lintasntt.com: Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menelusuri keberadaan Direktur situs skyproperty.org I GSK yang memuat iklan penjualan Pulau Punggu dengan harga Rp134,2 miliar.

Camat Komodo, Manggarai Barat Muhammad Nur mengatakan sejak kabar penjualan pulau menyebar, ia mencari sosok pemilik situs tersebut, namun belum ditemukan. Akan tetapi lewat jejaring sosial Linkedin, direktur situs tempat Pulau Punggu ditawarkan untuk dijual, bermukim di Denpasar, Bali.

Adapun lahan pulau tersebut diketahui milik Haji Latif, warga Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat. Namun sampai Minggu (8/2), Muhammad belum menemui pemilik pulau tersebut untuk ditanyakan soal penjualan pulau. “Tanah di Pulau Punggu itu milik keluarga Haji Latif,” ujarnya.

Baca Juga :  Program BLT Dana Desa Ditiru Sejumlah Negara

Muhammad mengaku belum tahu Haji Latif juga mengantongi sertifikat hak milik atas tanah di Pulau Punggu. Dengan mengungkap keberadaan sertifikat tanah, pihak-pihak di balik penjulan pulau bisa diungkap. Pasalnya di iklan tersebut menyebutkan Pulau Punggu seluas 117 hektare telah memiliki sertifikat hak milik (SHM). “Saya keberatan ada penjulan pulau di Manggarai Barat,” kata Dia.

Pulau Punggu berjarak tidak jauh Pulau Bidadari yang pernah memicu persoalan karena diklaim oleh warga negara Inggris karena membelinya dari penduduk lokal pada 2005. Pulau ini memiliki hamparan pasir putih, telah berdiri 10 bungalo yang dibangun sekitar 1995 oleh investor.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Manggarai Barat Silvester Wanggel yang dihubungi terpisah mengaku sudah tahu kabar penjualan pulau tersebut.

Baca Juga :  Jadi Penyumbang Pajak Terbesar, Telkomsel Terima Penghargaan dari Ditjen Pajak

Ia mengatakan bungalo yang dibangun di Pulau Punggu hanya beroperasi sampai 1996. Saat ini bungalo dimanfaatkan oleh karyawan sebuah perusahaan yang melakukan budidaya mutiara di perairan tersebut. Silvester juga memastikan penjualan pulau tersebut melibatkan calo dari Labuan Bajo. “Tidak mungkin pemasangan ikan penjualan pulau di Bali dan tidak ada perantaranya di Labuan Bajo,” ujarnya. (sumber: media indonesia/palce amalo)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *