20 Desa di NTT Masih Gelap Gulita

  • Whatsapp
Ilustrasi: Rumah Penduduk di Kecamatan Landu Leko/Foto: PLN Wilayah NTT

Jakarta–Rasio elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih rendah yakni 60,82%.

Rasio elektrifikasi NTT jauh di bawah rasio elektrifikasi nasional saat ini yang mencapai 97,13%, dan lebih rendah meski dibandingkan dengan Papua yang sudah 72,04%.

Melihat kondisi itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mi-neral (ESDM) Ignasius Jonan bertekad melistriki wilayah di NTT yang belum menikmati listrik.

“NTT memang paling tertinggal dalam hal kelistrikan, itu saya paham. Saya janji akan dikejar sampai akhir 2019 untuk terlistriki seluruhnya,” ujar Jonan dalam keterangan resmi, Kamis (30/8).

Jonan mengungkapkan dirinya sudah mengelilingi Provinsi NTT, bahkan hingga ke Pulau Buaya. Menurutnya, provinsi itu memang memiliki tantangan yang besar sekali. Oleh karena itu, Menteri ESDM juga meminta pemerintah daerah setempat ­berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk bersama-sama membangun NTT.

Baca Juga :  Persiapan Bandara El Tari untuk Parkir Pesawat Delegasi IMF-WB Capai 98%

“Jadi jangan hanya pemerintah pusat yang membangun, mereka (pemda) juga harus ikut membangun,” tukasnya.

Berdasarkan data BPS, terdapat 20 desa yang saat ini masih dalam kondisi gelap gulita. Dari ke-20 desa itu, 12 di antaranya sudah dan akan dilistriki PT PLN.

Adapun sisanya sebanyak delapan desa menjadi prioritas Kementerian ESDM untuk mendapatkan bantuan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE).

Tahun ini, sebanyak 5.577 kepala keluarga (KK) di 39 desa di provinsi tersebut akan mendapatkan LTSHE. Lalu di Kabupaten Flores Timur mendapat 744 LTSHE. (sumber: mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *