11 Orang Dicurigai ISIS Nyaris Dihakimi Massa di Rote

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi

Rote–Lintasntt.com: Polisi mengamankan 11 orang dicurigai anggota jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (26/3) sekitar pukul 23.30 Wita.

Awalnya warga curiga setelah melihat dua dari 11 orang tersebut melintas di kawasan pertokoan di Ba’a, ibu kota Rote Ndao. Karena gerak-gerik mereka yang dinilai mencurigakan, warga kemudian melapor polisi.

“Warga lapor polisi karena menduga dua orang itu anggota ISIS. Perawakan mereka sama seperti anggota ISIS yang mereka lihat di media massa,” kata Tony, warga setempat.

Polisi yang tiba beberapa saat kemudian, langsung membawa keduanya ke kantor Polsek Ba’a yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian. Ketika itu warga kemudian berbondong-bondong datang ke kantor Polsek. “Suasana memanas karena warga berteriak bakar…bakar…,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut Hari Pelanggan Nasional, PLN Perpanjang Program Super Merdeka Listrik

Ia mengatakan warga yang datang ke kantor polisi mencapai sekitar 200 orang. Karena suasana semakin tidak terkendali, sembilan rekan mereka lainnya kemudian di evakuasi dari sebuah lokasi untuk dipindahkan ke kantor Polres Rote Ndao yang berjarak sekitar lima kilometer. “Saat mereka dibawa ke kantor Polsek, warga mengikuti dari belakang mengendari sepeda motor sambil teriak,” ujarna.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Agus Santosa mengatakan sesuai pemeriksaan, 11 orang tersebut bukan anggota ISIS seperti yang diduga warga. Mereka adalah anggota Jamaah Tabligh terdiri dari 10 orang asal Klaten, Jawa Tengah, dan satu orang asal Malaysia. “Mereka bukan ISIS melainkan Jamaah Tabligh yang memiliki surat ijin resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk beroperasi di NTT,” kata Dia.

Baca Juga :  Anggota DPD Bawa Bantuan Untuk Korban Krisis Pangan di TTS

Sesuai pemeriksaan, 11 warga tersebut sudah 20 hari beroperasi di Kecamatan Rote Timur, namun baru dua hari berada di Ba’a. Untuk mengantisipasi kemarahan warga, polisi kemudian mengevakuasi mereka ke Kupang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Sesuai jadwal, kapal yang mengangkut 11 orang tersebut tiba di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang sekitar pukul 17.00 Wita. “Polisi sudah mengamankan mereka dan sedang dalam perjalanan dengan kapal ke Kupang,” ujarnya. (sumber: mediaindonesia)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *