Home / Humaniora / YPII Bangun 23 Ruang Belajar Sementara di Palu, Sigi dan Donggala

YPII Bangun 23 Ruang Belajar Sementara di Palu, Sigi dan Donggala

Foto: Plan
Foto: Plan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Palu,–Yayasan Plan International Indonesia (YPII) bersama Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan Kota Palu melakukan pertemuan kordinasi terkait pembangunan Temporary Learning Space (TLS) atau Ruang Belajar Sementara bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana gempa, tsunami dan liquifaksi.

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari YPII, Rebana Indonesia yang nantinya akan menjadi mitra implementasi dalam pembangunan TLS dan kepala sekolah dari beberapa sekolah yang akan menjadi sekolah intervensi program.

“YPII merupakan organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan yang berpusat pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan,”  kata Dheni Ardhian, Deputy Emergensy Response Manager YPII untuk Sulawesi Tengah.

Dheni juga menyampaikan bahwa YPII di Indonesia bekerja di wilayah DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan saat ini di Sulawesi Tengah dalam upaya merespons bencana alam, gempa, tsunami dan likuifaksi beberapa waktu lalu.

YPII dalam mengimplementasikan program tanggap darurat ini akan bekerja dengan mitra, seperti untuk pembangunan 23 TLS ini kita berencana akan bermitra dengan Yayasan Rebana Indonesia.

Pembangunan TLS sebagai sarana belajar sementara dinilai sangat penting dan mendesak sehingga aktivitas belajar-mengajar dapat terus dilakukan, meskipun berbagai sarana pendidikan mengalami kerusakan. Di sisi lain, tingginya angka pernikahan anak yang terjadi di Sulawesi Tengah turut mendasari program ini.

Baca Juga :  Plan International Indonesia Kembalikan Keceriaan Anak-anak Terdampak Gempa Lombok

Melalui pendidikan dan mengajak anak-anak khususnya anak perempuan kembali ke sekolah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mencegah pernikahan usia anak.

Selain mitra untuk membangun TLS, YPII dalam melakukan distribusi Hygiene Kit (HK), Shelter Kit (SK) dan Water Filter (WF) berjejaring dengan berbagai organisasi, seperti; Karsa, Celebes Institute dan LPBI NU/NU Peduli, BNPB, Dinas Pendidikan serta semua instansi terkait yang ada di Palu, Sigi dan Donggala.

Hingga saat ini, distribusi berbagai bantuan yang dilakukan YPII tersebut telah menjangkau 2962 Kepala Keluarga dengan total jumlah jiwa 10.351 jiwa yang tersebar di Palu, Sigi dan Donggala. Bantuan juga didistribusikan hingga ke daerah yang sulit dijangkau dan terisolir seperti di kecamatan Lindu.

Saat melakukan pertemuan kordinasi dengan Kepala Sekolah, YPII dan Yayasan Rebana Indonesia, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, melalui Kepala Bidang (Kabid) Yabidi, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Plan International Indonesia yang sudah bersedia membangun Ruang Belajar Sementara untuk sekolah-sekolah yang terdampak bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi.

Baca Juga :  Tiga Mata Pelajaran Dihapus Bertahap dari Kurikulum SD

Yabidi berpesan kepada beberapa Kepala Sekolah yang akan mendapatkan bantuan berupa ruang belajar sementara ini agar melakukan kordinasi rutin dengan YPII atau Rebana agar proses pelaksanaaan pembangunan sekolah dapat berjalan baik dan segera dapat dimanfaatkan serta memperhatikan kelengkatan administrasi/surat-surat tanah yang dipakai untuk membangun.

Mariana Pardede, Education in Emergency Coordinator YPII, menyampaikan bahwa; “Pembangunan 23 Ruang Belajar Sementara yang tersebar di wilayah Kota Palu terdiri dari 5 SD, Kabupaten Sigi terdiri dari 3 SMP/MTs, 10 SD, dan Kabupaten Donggala terdiri dari 5 D/MI.

Selain pembangunan TLS, YPII juga akan mendampingi sekolah-sekolah tersebut dengan memberikan training untuk guru-guru, mendistribusikan School Kit in the box, hygiene Promotion dan pembangunan MCK.” Ruang Belajar Sementara yang akan terbangun diharapkan dapat segera membantu anak-anak dan terdampak untuk kembali bangkit dan melakukan aktifitas belajar mengajar dengan normal. (plan)

 

 

 

 

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda