Home / Lingkungan / WTM Maumere Latih Petani Budi Daya Tanaman Umur Panjang

WTM Maumere Latih Petani Budi Daya Tanaman Umur Panjang

Pelatihan Budi Daya Tanaman Umur Panjang/Foto: WTM
Pelatihan Budi Daya Tanaman Umur Panjang/Foto: WTM

Bagikan Halaman ini

Share Button

Maumere–Wahana Tani Mandiri (WTM) menggelar pelatihan budi daya tanaman umur panjang di Puskolap Jiro-Jaro, Tana Li, Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka selama tiga hari dan berakhir Sabtu, 16 Juli 2016.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Peningkatan Pendapatan Masyarakat dalam Mendukung Menejemen Ekositem Berkelanjutan di Kawasan Egon Ili Medo bekerjasama dengan Critycal Ecosystem Partnership Fund (CEPF).

Budi daya tannaman umu panjang tersebut meliputi kakao, pala, cengkih, merica dan tanaman penghijauan untuk melindungi mata air seperti beringin, bambu, waru, ara, dan kenari.

Pelatihan diikuti 15 peserta yang merupakan utusan dari empat desa yakni Natakoli, Hale, Hebing dan Egon Gahar. Fasilitator pelatihan ini adalah Maria Marta Muda, Kristoforus Gregorius dan Carolus Winfridus Keupung.

Baca Juga :  Ekspansi Andon Perburuk Nasib Nelayan Lokal

Direktur WTM, Carolus Winfridus Keupung mengatakan WTM sudah beberapa kali terlibat dalam budidaya tanaman umur panjang, namun pihaknya masih mempelajari sejumlah teknis terkait budi daya tersebut. “Sekarang kita mencoba untuk membenahi teknis yang ada,’ ujarnya.

Dia mengatakan hal-hal teknis yang selama ini diberikan dalam pelatihan tersebut juga berasal dari petani setempat.

“Mungkin selama ini petani menggantungkan pendapatan dari Kakao. Kenapa tidak berpikir menggantungkan hidup dari beternak ayam atau kambing?,” katanya.

Sementara itu Koordinator Program, Herry Naif mengatakan selama pelatihan, fasilitator mengarahkan peserta mengenai budi daya tanaman umur panjang secara benar.

Pelatihan ini tidak berhenti di kelas karena selama dua tahun ke depan, WTM tetap melakukan pendampingan agar peserta menguasai teknik budi daya tanaman umur panjang. Selain itu, peserta pelatihan juga diminta mensosialisasikan hal-hal teknis pertanian yang diserap dari pelatihan ke petani lain di wilayah kita masing-masing. (gma)

Baca Juga :  Menteri Susi Khawatir Kerusakan Ekosistem Laut Labuan Bajo

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda