Home / Travel / Wisata Menonton Cetacean di Laut Sawu Bisa Hasilkan Miliaran Rupiah

Wisata Menonton Cetacean di Laut Sawu Bisa Hasilkan Miliaran Rupiah

Copyright: Bobby Yip/ Reuters
Copyright: Bobby Yip/ Reuters

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Potensi wisata menonton cetacean (mamalia laut) di Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT), bisa menghasilkan omzet miliaran rupiah dalam setahun.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Ikram Sangadji mengatakan pihaknya sedang mendorong pemerintah daerah agar potensi tesebut segera digarap. “Kalau tidak dijadikan uang, buat apa kawasan ini kita jaga. Kita jaga bukan hewan, tetapi ekosistemnya,” katanya dalam kegiatan Sinkronisasi Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan Nasional TNP Laut Sawu di Kupang, Jumat (22/3/2019).

Ikram menyebutkan sebanyak 22 cetacean terdapat di perairan Laut Sawu, terdiri dari 22 jenis terdiri dari 14 jenis paus, tujuh jenis lumba-lumba, dan satu jenis dugong.

Baca Juga :  Kisah Kota Hedonis Baia yang Tenggelam di Italia

Sesuai hasil survei BKPPN pada 2018, kemunculan hiu paus sebanyak enam kali, dan pada tahun yang sama muncul tiga pari manta di perairan Rote yang juga masuk TNP Laut Sawu. “Kadang pergerakannya berganti setelah hiu paus, pari manta kemudian paus. begitu seterusnya,” katanya.

Dia mencontohkan pendapatan wisata laut di Raja Ampat, Papua Barat mencapai Rp15 miliar per tahun, dan pendapatan di Gili Trawangan di Lombok sebesar Rp16 miliar per tahun bisa dijadikan rujukan pemerintah daerah untuk mengembangkan wisata menonton cetacean di perairan tersebut.

Menurutnya kemunculan cetacean setiap hari mulai pukul 05.00-09.00 Wita, dan pada sore hari mulai pukul 15.00-18.00 Wita. Kemunculan mereka dalam satu kelompok yang beranggotakan 10-40 ekor lumba-lumba dan 2-6 paus, namun kadang ditemui paus dan lumba-lumba berada dalam satu kelompok.

Baca Juga :  NTT Siapkan Festival Budaya di Desa Adat Wae Rebo

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Wayan Dharmawa mengatakan potensi menonton cetasean di Laut Sawu akan digarap pemerintah. Di perairan seluas 3,5 juta hektare tersebut terdapat 25 lokasi wisata menonton mamalia laut, 13 lokasi wisata selam, dan dua titik lokasi selancar.

Menurutnya, potensi wisata tersebut dikembangkan untuk menambah kontribusi sektor pariwisata bagi daerah. “Saat ini kontribusi pariwisata pada ekonomi masih sangat kecil yakni 0,74%,” ujarnya. (sumber: mi/palce amalo)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda