Home / Daerah / Waspadai Gelombang 3 Meter Landa Perairan NTT

Waspadai Gelombang 3 Meter Landa Perairan NTT

Ilustrasi: Puluhan Truk Tertahan di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang akibat Cuaca Buruk yang Mengakibatkan Armada Pelayaran Tidak Beroperasi/Foto: Lintasntt.com
Ilustrasi: Puluhan Truk Tertahan di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang akibat Cuaca Buruk yang Mengakibatkan Armada Pelayaran Tidak Beroperasi/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Tinggi gelombang di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan mencpai tiga meter pada Senin (18/3) hingga Selasa (19/3). Sedangkan tinggi gelombang pada Minggu (17/3) maksimal dua meter.

Tinggi gelombang tiga meter diprakirakan terjadi di perairan selatan Pulau Suma dan Samudera Hindia selatan NTT dan Selat Sumba. Adapun tinggi gelombang di Laut Sawu pada Minggu mencapai dua meter dan naik lagi menjadi 2,5 meter pada Senin. Cuaca buruk yang melanda daerah itu diperkirakan masih berlangsung sampai Kamis (21/3).

Sesuai prakiraan BMKG Stasiun El Tari Kupang, Minggu, selain gelombang tinggi, muncul awan gelap (comulonimbus) yang berpotensi menimbulkan angin kencang serta menambah tinggi gelombang di perairan.

Baca Juga :  Jelang Natal, Lonjakan Penumpang di Bolok Capai 5%

“Ada tekanan rendah di bagian selatan NTT sehingga terdapat daerah konvergensi di wilayah NTT yang menyebabkan peningkatan potensi curah hujan dan pertumbuhan awan,” kata Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang I Ketut Wisnu Wardhana.

Warga juga diingatkan tentang potensi kecepatan angin antara 20-40 kilometer per jam yang dapat menimbulkan pohon tumbang.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang Burhan Zahim mengatakan gelombang tinggi belum memengaruhi operasional kapal. Selain itu, potensi tinggi gelombang tiga meter terjadi di luar jalur pelayaran kapal.

Menurut Dia, pada Minggu pagi, ASDP mengoperasikan satu armada melayari rute Kupang-Rote, sedangkan satu armada lagi dijadwalkan berlayar ke Larantuka, Flores Timur pada pukul 17.00 Wita.

Baca Juga :  Sumba Barat Terima Dana Desa Rp107,9 Miliar

“Saat ini terjadi alun (gelombang pasang laut) rendah sehingga proses pemuatan untuk pelayaran menuju Larantuka terganggu, dan kami sudah sampaikan kepada pengguna jasa di pelabuhan,” ujarnya. Sedangkan pelayaran menuju Rote tambah Burhan, tidak terjadi gelombang tinggi. “Hari ini cuaca bersahabat untuk pelayaran sehingga pelayaran ke Rote masih seperti biasa,” ujarnya. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda