Home / Politik / Warga NTT Diminta Pilih Pemimpin yang Punya Kompetensi

Warga NTT Diminta Pilih Pemimpin yang Punya Kompetensi

Daniel Tagu Dedo/Foto: Lintasntt.com
Daniel Tagu Dedo/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Bakal calon gubernur Daniel Tagu Dedo mengimbau warga Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih pemimpin yang berintegritas dan memiliki kompetensi pada pemilihan gubernur 2018.

“NTT harus berubah dalam memilih pemimpin baru, yang didahulukan itu kompetensi, bukan basis suara,” kata mantan Kepala Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT periode 2009-2016 itu kepada wartawan di Kupang, Sabtu (19/8/2017).

Daniel mengatakan bukan lagi saatnya memilih pemimpin sesuai basis suara atau agama. Pemimpin harus melakukan perubahan drastis dan revolusioner. Dia mencontohkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri memilih Basuki T Purnama atau Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta, bukan terkait basis suara, melainkan kompetensi.

“Kalau ibu Mega tidak tahu kompetensinya Ahok, tidak mungkin didukung. Kompetensi pemimpin baru juga harus terukur,” ujarnya.

Baca Juga :  Calon Wali Kota Niko Frans Butuh Wakil Perempuan

Bagi Daniel, ukuran kompetensinya dapat dilihat selama menjadi direktur utama BPD NTT. Pada 2014-2015 Bank NTT menerima Annual Report Award (ARA), kemudian pada 2013 terpilih sebagai satu dari tujuh tokoh keuangan nasional.

“Saya menerima banyak penghargaan, tetapi ARA dan sebagai tokoh keuangan nasional yang menonjol dan selalu saya ingat karena tim jurinya dari tujuh lembaga independen yang tidak bisa diganggu-gugat,” ujarnya.

Daniel termasuk satu dari tiga kader PDIP yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur ke DPD NTT. Dua calon gubernur lainnya Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Fernandez dan kader PDIP Kristo Blasin. Pada Jumat pekan lalu, Daniel juga mendaftar sebagai bakal calon gubernur ke DPD Partai Hanura.

Baca Juga :  Ratusan Orang Antar 'Sahabat' ke KPU

Ekonom yang pernah berkarir di Bank Bukopin selama 16 tahun ini mengatakan tekadnya maju calon gubernur dilandasi keyakinan yang kuat membangun Nusa Tenggara Timur. “Saya sudah mengelilingi NTT sampai pelosok dan melihat bahwa potensi NTT luar biasa besar. Mereka yang bilang NTT miskin itu karena mungkin belum menemukan cara yang tepat dalam tata kelola potensi ekonomi yang ada,” tandasnya. (sumber: mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda