Home / Daerah / Warga Miskin Perkotaan di NTT Bertambah

Warga Miskin Perkotaan di NTT Bertambah

Ilustrasi Penduduk Miskin/Foto: Merdeka.com
Ilustrasi Penduduk Miskin/Foto: Merdeka.com

Bagikan Halaman ini

Share Button
Kupang–Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (2/1) mengumumkan jumlah penduduk miskin di daerah itu berkurang 16.050 orang menjadi 1,134 juta orang atau 21,38% pada September 2017.
Angka itu berkurang dari penduduk miskin pada Maret 2017 yang berjumlah 1,150 juta orang atau 21,85%.

Namun penduduk miskin perkotaan naik dari 117,40 ribu orang menjadi 119,04 ribu orang bertambah 1.640 orang. Di sisi lain, penduduk miskin perdesaan berkurang sebanyak 17.690 orang menjadi 1.015,70 orang dari posisi Maret 2017 sebanyak 1.033,39 orang.

Kepala BPS NTT Maritje Pattiwaelapia mengatakan beras dan rokok adalah kelompok bahan makanan yang menjadi penyumbang terbesar pada tingkat garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan. Di kota, beras memberi sumbangan terhadap garis kemiskinan sebesar 29,11% dan rokok 10,52%, sedangkan di desa, beras memberi sumbangan terhadap garis kemiskinan 39,21% dan rokok 4,87%.

Baca Juga :  Jelang Natal, Lonjakan Penumpang di Bolok Capai 5%

“Kalau konsumsi tidak cukup 2.100 kilo kalori per orang per hari, pasti dia miskin,” kata Maritje.

Menurutnya komoditas makanan menyumbang lebih besar tehadap garis kemiskinan, jika dibandingkan dengan komoditas bukan bahan makanan. Pada September 2017, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 78,83%.

Sedangkan perumahan dari kelompok komoditas bukan bahan makanan memberikan sumbangn terbesar terhadap garis kemiskinan di perkotaan sebesar 10,08% dan perdesaan sebesar 6,96%.

“Selama Maret-September 2017 garis kemiskinan naik 0,97% yakni dari Rp343,396 per kapita per bukan menjadi Rp346,737 per kapita per bulan,” ujarnya.

Maritje mengatakan persoalan kemiskinan bukan sekadar jumlah dan persentase penduduk miskin, melainkan perlu memperhatikan dimensi lain seperti tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Baca Juga :  ADVERTORIAL

Susuai data BPS, indeks kedalaman kemiskinan di NTT periode Maret-September 2017 menurun yakni dari 4,340% menjadi 4.158%, namun indeks keparahan kemiskinan naik dari 1.166% menjadi 1.174%. (sumber: mi/po)

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda