Home / Lingkungan / Warga Kota Kupang Bangun Rumah di Lahan RTH

Warga Kota Kupang Bangun Rumah di Lahan RTH

Warga bermukim di Ruang Terbuka Hijau di Jalan Frans Seda/Foto:  Ellya Djawas
Warga bermukim di Ruang Terbuka Hijau di Jalan Frans Seda/Foto: Ellya Djawas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pemerintah Kota Kupang harus tegas melarang warga bangun rumah di lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Pasalnya pembangunan rumah di lahan RTH termasuk di bantaran Kali Liliba di Kelurahan Liliba tidak terbendung. Lurah Fatululi Rongky Rihi mengatakan masih banyak warga tinggal di RTH seperti terlihat di RT 29 dan RT 30.

Pemerintah Kota Kupang pernah merelokasi warga di lokasi ke Kelurahan Belu, namun beberapa di antara mereka menolak. Warga beralasan tidak ada fasilitas jalan dan air bersih di hunian baru di Belo.

Warga yang bersedia direlokasi menggunakan anggaran pemerintah daerah, namun menurut Dia, warga terpecah dalam dua kubu yang mengakibatkan relokasi terhambat.

Baca Juga :  Pencemaran Laut Timor Ubah Arus Migrasi Ikan

Kasat Satpol PP Kota Kupang Thomas Dagang membenarkan ruang terbuka hijau yang dihuni warga seperti di Jalan Frans Seda ditangani Pemerintah Provinsi NTT, namun sampai saat ini belum ada solusi.

“Kami melarang adanya bangunan baru di situ (ruang terbuka hijau. Warga yang bermukim lama di lokasi itu nanti ditangani pihak provinsi, namun sejauh ini belum ada kesepahaman,” katanya.

“Satpol PP siap penegakan aturan tapi tentu ada konsekuensinya. Relokasi membutuhkan anggaran anggaran besar dan pertimbangan kemanusiaan,” kata Thomas. (rr)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda