Home / Bisnis / Wakil Gubernur NTT Hadiri Musrenbang Kota Kupang

Wakil Gubernur NTT Hadiri Musrenbang Kota Kupang

Ilustrasi Musrenbang/Gambar: Siaksatu.com
Ilustrasi Musrenbang/Gambar: Siaksatu.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Wakil Gubernur NTT Benny A Litelnoni menghadiri  musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan menekan tombol menandakan ditutupnya e-Musrembang Kota Kupang di Hotel Ima, Jumat (11/3).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengatakan, musrenbang merupakan forum untuk mengintegrasikan dan menseleraskan kebijakan pusat dan daerah dengan aspirasi masyarakat.

Karena itu musrenbang ini diharapkan berjalan lebih optimal dengan ditetapkannya kebijakan daerah dan nasional yang memperkuat pentingnya keterpaduan perencanaan pembangunan.

Untuk percepatan pembangunan daerah, norma pembangunan nasional perlu menjadi acuan dalam pembangunan daerah.

“Kita telah bekerja cukup efektif karena dalam dua tahun teakhir pertumbuhan ekonomi NTT di atas rata-rata nasional. Tahun 2014, pertumbuhan ekonomi NTT 5,04 % sedangkan nasional tumbuh 4,79%,” jelasnya.

Terkait pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, Wakil Gubernur menyampaikan aspresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Kota Kupang yang telah giat menurunkan angka kemiskinan. “Kota Kupang hanya menyumbangkan 8,70% penduduk miskin,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakil Gubernur NTT Lamar ke PKPI

Sementra itu Wali Kota Kupang, Jonas Salean mengatakan penyelenggaraan musrenbang sangat penting bagi masyarakat. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah serta peraturan pelaksanaan lainnya.

RKPD Kota Kupang Tahun 2017 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kupang Tahun 2013-2017.

“Susunan RKPD ini merupakan hasil usulan dari 6 kecamatam dan 51 kelurahan yang ada di Kota Kupang. Dana yang diusulkan oleh 6 Kecamatan dan 51 Kelurahan sebesar Rp3 riliun sedangkan dana yang tersedia hanya Rp500 miliar. Oleh karena itu kita harus bagi sesuai kebutuhan di setiap kecamatan dan kelurahan,” jelas Jonas Salean.

Dia menambahkan penyusunan RKPD Kota Kupang Tahun 2017 terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama melalui forum konsultasi publik yang bertujuan menjaring aspirasi pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan tahun 2017.

Baca Juga :  Pajak Kos di Kota Kupang akan Turun jadi 10%

Sedangkan tahap kedua yaitu melalui forum SKPD dalam rangka membangun koordinasi keterpaduan program/kegiatan antar SKPD dan tahap ketiga melalui  Musrenbang RKPD.

Dengan berpedoman pada peraturan yang ada, pelaksanaan Musrenbang RKPD Kota Kupang Tahun 2017 melibatkan pemangku kepentingan yang terdiri dari unsur DPRD, SKPD, akademisi, asosiasi profesi, pengusaha dan tokoh masyarakat.

Hal ini bertujuan mendapat masukan dan komitmen sebagai bahan penyempurnaan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir RKPD Kota Kupang.

Musrenbang juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Marthinus Medah, Forkompimda Kota Kupang, Sekda Kota Kupang, pimpinan SKPD Kota Kupang serta camat dan lurah se-Kota Kupang. (siaran pers Biro Humas Pemprov NTT)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda