Home / Lingkungan / Wajah Kota Kupang seperti Kampung besar

Wajah Kota Kupang seperti Kampung besar

Isodorus Lilijawa/Foto: Gamaliel
Isodorus Lilijawa/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Bakal Calon Wali Kota Kupang Isodorus Lilijawa mengatakan, Kupang ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur seharusnya seharusnya tampil sebagai Kota, bukan sebagai kampung besar.

“Kita tinggal di Kota Kupang, kadang-kadang kebanggan kita hulang. Ini kota ya? saya tidak tahu. Di sebelah jembatan Liliba orang jual ikan, di ruang milik jalan ada lapak.  Ruang terbuka sudah diokupasi. Ini kota ada tuan atau tidak?,” kata Isodorus dalam jumpa per di Kantor DPD Gerindra NTT seusai mendaftar sebagai bakal calon wali kota Kupang periode 2017-2022, Rabu, 16 Maret 2016.

Isodorus yang juga mantan anggota DPRD Kota Kupang mengatakan Pasar Ikan Felaleo di Kelurahan Kelapa Lima dibangun dengan anggaran besar, namun saat ini hanya sedikit orang yang berjualan di sana. “Ada Satpol PP, tugasnya apa?. mengapa orang masih suka jual ikan di pinggir jalan,” kata Dia.

Baca Juga :  Abrasi Merusak Keindahan Pantai Kota Lewoleba

Bagi Isodorus, mengurus Kupang seharusnya tidak sulit. Namun melihat kondisi kota Kupang saat ini, kota ini terlihat sulit diurus.

“Saya sering mengkritisi pemerintah lewat tulisan, maupun ketika masih di dprd kota. Kota ini dibangun seolah-olah menjadi urusan private bikoraksi saja, atau urusan keluarga semata,” tandasnya. (gma/rr)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda