Home / Humaniora / Wagub Canangkan Kiralela di Alor Timur jadi Kampung KB

Wagub Canangkan Kiralela di Alor Timur jadi Kampung KB

Foto: Humas Pemprov NTT/Saul Kapitan
Foto: Humas Pemprov NTT/Saul Kapitan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kalabahi–Wakil Gubernur (Wagub) NTT Benny Litelnoni mencanangkan Kampung Kiralela di Desa Mausamang, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) sejak Sabtu (4/6/2016).

Pencanangan kampung KB diharapkan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui pembangunan kependudukan dan keluarga berencana.

Turut mendampingi Wagub yakni Bupati Alor Amon Djobo, Kepala Perwakilan BKKBN NTT Kresaputra, Forkopimda Kabupaten Alor Camat Alor Timur, Kepala Desa Mausamang, Kader Dasa Wisma, Kader PKK dan Kader KB.

Setelah peresmian dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi bina keluarga balita (BKB) holistik integratif, pemutaran flim KB, kuis KB berhadiah, pelayanan KB dan pelayanan keseahatan gratis kepada masyarakat setempat.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan strategi pembangunan nasional berdimensi pembangunan manusia dengan fokus pada kesehatan, mental dan karakter (revolusi mental) untuk diintegrasikan ke dalam program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).

Baca Juga :  Menko Polhukam Buka Sidang Sinode GMIT

Sesuai hasil evaluasi internal yang dilakukan atas petunjuk Presiden RI, Joko Widodo, kampung KB menjadi salah satu inovatif strategi dalam merealisasikan pelaksanaan kegiatan program KKBPK guna memastikan indikator dan target sasaran yang dicapai.

Wagub Benny Litelnoni mengatakan dalam rangka mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas disertai rakyat yang sejahtera, dibutuhkan perencanaan kehidupan keluarga yang matang dan komprehensif.
Perencanaan keluarga, kata Dia, dimulai dari rencana untuk menikah dengan usia ideal, jumlah anak ideal, pendidikan anak, kesehatan keluarga dan pekerjaan anggota keluarga.

Jika semua persyaratan terpenuhi sebagai keluarga berkualitas maka tercapai indeks pembangunan manusia (IPM) dalam menggapai bonus demografi. Pencapaian IPM dan bonus demografi harus dimulai dari dalam keluarga sehingga pencanangan kampung KB dapat dijadikan momentum strategis untuk membangunan desa yang berwawasan kependudukan berbasis pada keluarga.

Baca Juga :  BPN: Keluarga Tomboy Tidak Punya Tanah 283 Ha di Kota Kupang

“Kita perlu membumikan program KKBPK di kampung KBuntuk menciptakan penduduk berkualitas dan masyarakat Indonesia yang sehat sejahtera,” katanya.

Kepala Perwakilan BKKBN NTT Kresaputra, mengatakan warga Kirelela dan Mausamang dapat merencanakan dan menciptakan adanya keluarga yang berkualitas.Artinya, membangun keluarga dengan perencanaan yang matang dan dapat menghasilkan anak cucu yang sehat jasmani dan rohaninya.

“Desa Mausamang, dapat menjadi contoh bagi desa lain di kabupaten Alor, dalam memaknai pentingnya keluarga bagi masa depan terutama untuk menciptakan keluarga sejahtera. Lanjut Kresaputra, Perencanaan keluarga dilakukan secara tepat, yaitu, kapan memiliki anak, berapa jumlah anak, perhatian pada pendidikan dan kesehatan anak serta pelajari ruang lingkup pergaulan anak.(Saul Kapitan/Humas Pemprov NTT)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda