Usaha Barbershop Menggeliat di Kota Kupang

Tanggal Terbit : January 14, 2020 | Bisnis
Foto: PLNFoto: PLN

Kupang–Saat ini usaha barbershop menyebar di berbagai lokasi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dan terus bertambah. Usaha ini dijalankan mulai dari anak-anak muda hingga orang dewasa.

Seperti Hilarius Fatu, 21, pemuda asal Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang membuka usaha barbershop di Jalan Farmasi, Kelurahan Liliba.

Bahkan, dia menjalankan usaha itu saat masih dudud di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), hanya bermodalkan keterampilan memotong rambut, serta gunting dan sisir.

“Waktu saya asih SMA biasa diminta orang untuk potong rambut dan itu hanya menggunakan alat-alat manual, Sehari saya melaani antara 4-5 orang,” kata Hilarius, Selasa (14/1/2020).

Setelah menamatkan pendidikanya, ia masih sering melayani jasa potong rambut. Selanjutnya pada 2018, Hilarius bekerja pada sebuah barbership milik seorang temannya. Dia bekerja selama satu tahun sebelum memutuskan membuka usaha sendiri pada 22 Oktober 2019.

Baca Juga :  Listrik Sering Padam, Ibrahim Medah Menemui GM PLN

“Beta akhirnya memutuskan untuk membuka usaha barbershop sendiri. Beta menabung untuk bisa membeli alat mesin listrik (Cliper) untuk potong rambut. Dengan adanya alat mesin listrik lebih memudahkan beta dalam bekerja,” ujarnya.

Menurutnya, jika mengunakan peralatan manual, proses pemangkasan rambut butuh waktu lebih lama, jika dibandingkan mengunakan alat potong yang dioperasikan mengunakan alat pangkas yang menggunakan tenaga listrik. “Beta memilih pakai alat pangksa rambut pakai alat pangkas rambut listrik,’ ujarnya.

Sebelum beralih mengunakan apat pangkas rambut listrik, pelangganya berkisar antara 4-5 orang dengan nominal pendapatan Rp50.000, sekarang setelah mengunakan alat pangkas rambut listrik, pelanggan yang mampir ke berbershop miliknya dalam sehari mencapai 30 orang per hari dengan rata-rata pendpatan Rp300.000.

Baca Juga :  Angkasa Pura I Gratiskan Tarif Pendaratan Dukung Komodo Travel Mart

Dengan bertambahnya pendapatan, keinginannya ialah memperbesar usahanya. “Listrik sangat mempengaruhi usaha barbershop ini . Awalnya sewaktu meminta pasang baru proses pelayanannya cepat, karena setelah beta sudah membayar dari Pihak PLN tiga hari sudah tersambung,” tandasnya. Dia berharap tidak ada gangguan agar usahanya yang bergantung kepada pasokan listrik, berjalan dengan baik. (*/pln)