Home / Humaniora / Unilever Bangun Embung Atasi Krisis Air Bersih

Unilever Bangun Embung Atasi Krisis Air Bersih

kondisi jalan

Bagikan Halaman ini

Share Button

KUPANG—LINTASNTT.COM: PT Unilever Indonesia Tbk melalui program ‘Lifebuoy’ segera membangun untuk menyiapkan air bersih yang bagi warga di Nusa Tenggara Timur yang mengalami defisit air akibat kemarau panjang.

Embung yang akan dibangun terletak di Desa Bitobe, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang yang berjarak antara 5-7 jam perjalanan darat dari Kota Kupang.

Senior Brand Manager Lifebuoy Unilever, Adina Tontey mengatakan Desa Bitobe dipilih sebagai wilayah pendampingan Unilever Indonesia karena merupakan salah satu desa terparah di Nusa Tenggara Timur.  “Fokus di Bitobe masalah kesehatan, tidak ada informasi tentang cara hidup sehat, dan akses fasilitas sanitasi rendah,” katanya di Kupang, Selasa (8/10).

Bitobe berbukit-bukit dengan kondisi infrastruktur jalan yang belum beraspal sehingga pada musim hujan tidak bisa dilewati kendaraan. Penduduk Betobe berjumlah sekitar 1.400 orang sangat sedikit yang memiliki rumah dengan lantai ubin.

Baca Juga :  DPRD Kota Kupang Beri Lampu Hijau Puskemas Jadi BLUD

Mayoritas penduduknya tinggal di rumah bulat yang tidak memiliki ventilasi sehingga aliran udara tidak lancar yang membuat penghuni rumah menghirup asal dari dapur yang berbahaya bagi kesehatan mereka. Selain itu tidak adanya akses air bersih membuat warga memanfaatkan air di kali setempat untuk minum, mandi, dan cuci.

Sebenarnya, jauh dari permukiman terdapat sebuah sumber air yang belum dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Belum lama ini, tim Unilever Indonesia bersama Bupati Kupang Ayup Titu Eki telah mengunjungi desa tersebut termasuk sumber air yang rencananya juga akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desa tersebut.

Ia mengatakan kebanyakan penduduk setempat belum memiliki kebiasaan yang mencerminkan perilaku hidup bersih dan sehat yang menunjukkan kepedulian kepada masalah kesehatan seperti mandi dan cuci tangan pakai sabun.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan, 214 Mahasiswa Sumba Dipulangkan Lewat Bali

Jika sumber air tersebut dikembangkan, air bisa dilalirkan lewat pipa ke permukiman penduduk atau ke bak penampung yang dibangun di tengah permukiman agar dimanfaatkan oleh warga untuk menunjang kesehatan dan kesejahteraan mereka. Ia mengatakan pendampingan yang dilakukan Unilever di Desa Bitobe berkelanjutan hingga desa ini benar-benar keluar dari persoalan mereka. “Bitobe ini wajahnya NTT sehingga kita juga butuh pihak lain untuk menyumbang,” ujarnya. (GBA)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda