Uang Rupiah yang Diedarkan di NTT Sudah Didisinfektan

Tanggal Terbit : March 21, 2020 | Daerah
Foto: Bank Indonesia Perwakilan NTTFoto: Bank Indonesia Perwakilan NTT

Kupang–Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai melakukan langkah mitigasi terhadap penyebaran virus korona (covid-19).

Langkah pencegahan dilakukan dengan cara penyemprotan disinfektan di seluruh area bangunan kantor, termasuk kendaraan dinas operasional dan kendaraan yang digunakan dalam pengedaran uang Rupiah.

Kepala BI Perwakilan NTT Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan penyemprotan disinfektan sebagai salah satu langkah antisipatif mencegah penyebaran virus korona.

Antisipasi lain ialah diberlakukan mekanisme Work From Home (WFH) secara bergantian, isolasi mandiri, penggunaan hand sanitizer, dan sosialisasi pencegahan covid-19 dan penerapan social distancing.

“Bank Indonesia berkomitmen untuk tetap menyelenggarakan tugas dan layanan publik untuk memastikan terjaganya stabilitas moneter, stabilitas keuangan, terselenggaranya layanan sistem pembayaran yang aman, lancar, andal, dan efisien, serta memastikan ketersediaan uang Rupiah di masyarakat,” ujarnya lewat keterangan tertulis yang diterima Jumat (20/3).

Baca Juga :  Waspada Angin Kencang di NTT Capai 50 km/jam

Di bidang pengedaran uang, Kantor BI Perwakilan NTT telah menetapkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa uang rupiah yang didistribusikan kepada masyarakat adalah uang rupiah yang telah melalui proses pengolahan khusus guna meminimalisir penyebaran covid-19.

Ada tiga langkah yang dilakukan sebelum uang rupiah didistribusikan yakni melakukan pengkondisian terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan/PJPUR berupa karantina selama 14 hari dan dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali kepada masyarakat.

Selanjutnya, memperkuat higienitas dari SDM dan perangkat yang digunakan dalam pengolahan uang rupiah, dan melakukan koordinasi dengan perbankan/PJPUR untuk menerapkan langkah-langkah dalam pengolahan uang Rupiah dengan memerhatikan aspek K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) dari sisi SDM maupun perangkat pengolahan uang rupiah.  Kebijakan ini merupakan kebijakan dari Kantor Pusat Bank Indonesia dan diterapkan di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia.

Baca Juga :  Rasio Elektrifikasi di NTT September 2019 Capai 83,68%

“Ke depan, Kantor Perwakilan BI NTT bersama dengan pemerintah daerah dan Otoritas lainnya, akan tetap mencermati dan memantau perkembangan penyebaran covid-19  dan tetap  berkomitmen untuk melaksanakan pelayanan terbaik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tandasnya. (mi)