Home / Sport / Tour de Flores, Melintasi Etape Menantang Bajawa-Ruteng

Tour de Flores, Melintasi Etape Menantang Bajawa-Ruteng

Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai Barat/Foto: Palce Amalo
Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai Barat/Foto: Palce Amalo

Bagikan Halaman ini

Share Button

Ruteng–Tour de Flores (Tdf) telah memasuki Etape ke-4 sepanjang 136,6 kilometer antara Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada dan Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Minggu, 22 Mei 2016.

Seperti etape sebelumnya, Etape ke-4 ini ternyata masih menyuguhkan tanjakan ‘gila’ yakni tanjakan di kilometer ke-96, yang disebut tanjakan Sita.

Sebelum mencapai tanjakan ini, para pebalap melintasi jalur flat sepanjang 10 kilometer dengan panorama alam yang memesona. Tanjakan tertinggi mencapai 1.330 mdpl (meter di atas permukaan laut) yakni pada Lanamerem, Ranamese kilometer ke-115,7.

Satu poin King of Mountain akan diperebutkan ialah pada ketinggian 1.237 mdpl sebelum tiba di garis finis di Kantor Polres Manggarai di Ruteng.

Baca Juga :  Honda Angkat Kaki dari MotoGP?

Selama balapan dari Ruteng, peserta melintasi turunan curam dan 311 tikungan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marinus Jemalu mengatakan rute Tour de Flores sangat menantang, lebih rumit dibanding dengan balapan sepeda di daerah lain seperti Tour de Singkarak dan Tour de Ijen.

“Di Flores, peserta mengalami dua suhu yang berbeda, start dari suhu panas dan memasuki suhu dingin di Bajawa dan Ruteng akan kembali memasuki suhu panas di Labuan Bajo,” ujarnya kepada lintasntt.com. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda