Home / Travel / Total Jarak Tour de Flores Tahun Ini 808 Kilometer

Total Jarak Tour de Flores Tahun Ini 808 Kilometer

Foto: Tour de Flores/Joanito De Saojoao dari detikcom
Foto: Tour de Flores/Joanito De Saojoao dari detikcom

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Jarak tempuh balap sepeda internasional Tour de Flores (TdF) 2017 bertambah menjadi 808 kilometer jika dibandingkan dengan jarak tempuh yang dilombakan tahun lalu yang total sejauh 661,5 km.

Tour de Flores 2017 dijadwalkan akan digelar pada 14-19 Juli mendatang. Sampai April, peserta yang mendaftar sudah mencapai 100 orang yang tergabung dalam 13 tim dari 30 negara.

Sekretaris Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Wely Rohimone, mengatakan, penambahan jarak tempuh karena adanya penambahan rute di wilayah Kabupaten Nagekeo yakni rute Aegela-Kota Mbay.

“Saat ini sedang dilakukan perbaikan jalan di rute yang akan dilewati pembalap,” katanya di Kupang, Kamis (20/4).

Biaya perbaikan dan peningkatan ruas jalan diprediksi berkisar Rp30 miliar Rp40 miliar. Pasalnya banyak titik di ruas jalan tersebut rusak akibat banjir dan longsor selama musim hujan tahun ini.

Baca Juga :  Tabuh Gendang, Rizal Ramli Buka Tour de Flores 

Anggaran sebesar itu tersedot untuk perbaikan ruas jalan di rute baru tersebut yang dilaporkan rusak sekitar 30 km.

Dia menambahkan, even TdF sudah masuk kalender balap sepeda internasional sehingga akan terus digelar setiap tahun. Begitu pula balap sepeda Tour de Timor.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Jelamu, mengatakan, TdF mendatangkan keuntungan bagi masyarakat dan daerah yang dilewati peserta.

“Ada nilai-nilai lain yang dibangun terkait diplomasi internasional melalui even balap sepeda ini,” kata dia.

Pada even ini, NTT dan khususnya Flores menjadi perhatian dunia karena di sana berkumpul para pembalap sepeda dari berbagai negara.

“Generasi muda akan datang ke Flores untuk bergabung memeriahkan even ini lewat balapan maupun touring sehingga akan menambah rasa solidaritas kemanusiaan karena berkumpul warga dari berbagai suku, agama, ras, dan antargolongan,” ujarnya. (mi)

Baca Juga :  Cerita Warga yang Hidup Berdampingan bersama Komodo

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda