Home / Bisnis / Tidak Lagi Lewat Surabaya, Ekspor NTT Langsung ke Timor Leste dan Australia

Tidak Lagi Lewat Surabaya, Ekspor NTT Langsung ke Timor Leste dan Australia

Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi saat pertemuan bersama Superior General Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD) Sedunia, Pater Paul Budi Kleden di Kupang, Kamis (23/8)/Foto: Lintasntt.com
Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi saat pertemuan bersama Superior General Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD) Sedunia, Pater Paul Budi Kleden di Kupang, Kamis (23/8)/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

Kupang–Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan seluruh produk ekspor asal daerah itu langsung ke Timor Leste dan Australia. NTT tidak akan mengekspor lewat Surabaya, Jawa Timur.

Sesuai catatan Badan Pusat Statistik (BPS) NTT nilai ekspor daerah itu pada April 2018 senilai US$ 1.622.301 dengan volume 6,754,4 ton, dikirim ke Timor Leste.

“Kita tidak lagi mengekspor ke barat tetapi ke selatan. Saya akan bicarakan ini bersama Presiden Joko Widodo,” kata Viktor Laiskodat di Kupang, Sabtu (25/8).

Hal yang sama juga disampaikan Viktor dalam pertemuan bersama Superior General Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD) Sedunia, Pater Paul Budi Kleden di Kupang, Kamis (23/8).

Viktor bersama wakil gubernur terpilih Josef Nae Soi melakukan pertemuan bersama pimpinan SVD sedunia yang berkedudukan di Roma, Italia tersebut bersama pimpinan provensial SVD Timor, membahas dua hal yakni peningkatan mutu pendidikan, dan kerjasama dengan 450 misionaris Katolik asal Indonesia yang tersebar di ratusan negara. Ratusan misionaris tersebut akan dilibatkan dalam pembangunan NTT.

Menurut Viktor, dialihkannya ekspor NTT ke dua negara tetangga itu sebagai stimulus untuk mendorong percepatan ekonomi daerah. Apalagi, pembangunan ekonomi selatan-selatan terus menggeliat.

Baca Juga :  Puluhan Hektare Padi Rusak Tersapu Banjir di Kupang Barat

Sebelumnya Presiden Joko Widodo melakukan misi ekonomi dan perdagangan serta politik ke kawasan Asia Selatan yang dinilai semakin memantapkan peran Indonesia dalam kerjasama selatan-selatan. Untuk itu, pemerintah provinsi NTT akan membangun kantor perdaganan di Dili, ibu kota Timor Leste dan Darwin, ibu kota negara bagian Northern Territory, Australia. Bahkan, Darwin bisa dijadikan pelabuhan hub bagi komoditas ekspor NTT.

Bagi Dia, kerjasama itu penting bagi NTT lantaran jarak yang cukup dekat jika dibandingkan dengan mengirim produk NTT ke Surabaya, Jawa Timur. Penerbangan Kupang-Surabaya misalnya ditempuh selama 1,55 menit, sedangkan penerbangan Kupang-Darwin lebih cepat yakni 1,20 menit.

Selain itu, beberapa produk asal NTT dijual di Surabaya dengan harga Rp30.000 per buah, namun di Australia malah dibeli seharga 40 dolar Australia. “Jadi kita akan jual ke sana (Darwin). Itu desain perdagangan NTT ke depan,” tandasnya.

Kerjasama perdagangan dengan Australia juga akan menguntungkan negara itu seperti mencegah masuknya imigran gelap yang biasa menjadikan Kupang sebagai tempat transit sebelum masuk secara ilegal ke negara tersebut.

Baca Juga :  Program BERANDA 'Berbagi Berkah dan Doa' Telkomsel Regional Bali Nusra

Sementara itu Pater Paul Budi Kleden menyambut positif ajakan kerjasama dengan gubernur NTT terpilih asal Partai Nasdem tersebut. Menurutnya, selain mengembangkan misi kemanusiaan, misionaris SVD membangun wilayah NTT.

Menurutnya, kualitas pendidikan di NTT akan menjadi perhatian bersama termasuk misionaris yang berjumlah 6.000 orang bekerja di 84 negara. Di antara misionaris tersebut, 450 orang berasal dari Indonesia dengan jumlah terbanyak asal NTT bekerja sebagai pastor paroki dan kepala wilayah keuskupan.

Para pastor tersebut sering menjadi referensi kedutaan besar Indonesia untuk memperkenalkan Indonesia terutama kota-kota asal para pastor. “Saya lihat ada dua efek yaitu banyak masyarakat setempat tahu tentang Indonesia dan juga banyak penjabat kedutaan juga tahu tentang NTT,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut Dia, NTT menjadi dikenal orang dan orang juga lebih menghargai daerah ini karena pastor-pastor memiliki jemaat yang jumlahnya mencapai ribuan orang. “Dengan cara memperkenalkan NTT seperti itu akan memajukan pariwisata karena membantu orang melihat kekayaan budaya dan alam NTT,” ujarnya. (sumber: mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda