Home / Nasional / Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi, Polda Antisipasi Teror ke Jakarta

Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi, Polda Antisipasi Teror ke Jakarta

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian/Foto: Kompas
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian/Foto: Kompas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menyebut ada informasi terduga teroris yang ditangkap di Bekasi menyasar ke Jakarta.

Sehingga, Polda Metro Jaya akan menelusuri kasus itu lebih lanjut lagi.

“Iya memang ada informasi seperti itu (menyasar ke Jakarta),” kata Tito, di Gereja Immanuel, Jakarta Pusat, Kamis (24/12/2015) malam.  “Sehingga kami lakukan tindakan, karena memang ada (terduga teroris) yang ditangkap,” ucapnya.

Tito enggan menjelaskan detail terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88, Rabu (23/12/2015) lalu. “Saya tak akan jelaskan detail karena ini masih operasi berjalan. Nanti akan ada rilis tersendiri kalau operasi sudah selesai,” kata Tito.

Mantan Kepala Densus 88 itu juga membantah terduga teroris yang ditangkap di Bekasi ingin meledakkan bom di Jakarta seperti motif peledakan di Paris, Perancis, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Bom Bunuh Diri di Mapolresta Solo, Pelaku Tewas

Selain itu, Tito juga enggan berspekulasi apakah terduga teroris itu termasuk dalam jaringan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Ini juga termasuk adanya dugaan terduga teroris tengah merekrut warga negara Indonesia (WNI) untuk berangkat ke Suriah.

“Semuanya masih kami kembangkan. Yang jelas setelah ada operasi pengembangan ini, kemungkinan-kemungkinan tindakan terorisme sudah langsung hilang,” kata Tito.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebelumnya menyebut terduga teroris yang ditangkap di Bekasi terkait dalam jaringan ISIS.

Sebelumnya, tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah menangkap sembilan pelaku teror selama dua hari berturut-turut, yakni pada 18 dan 19 Desember 2015.

Sembilan pelaku ditangkap di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Baca Juga :  DPRD Kota Minta Migrasi Listrik Prabayar Jangan Seperti Maling

Target utama kelompok ini adalah tempat tertentu, orang tertentu, dan aliran lain yang dianggap berseberangan dengan aliran mereka.

Tempat tertentu yang dimaksud adalah kantor polisi dan tempat ibadah. Sementara itu, orang tertentu yang dimaksud adalah pejabat Polri, pejabat Densus 88 Antiteror, pejabat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan pejabat pemerintahan. (kompas.com)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda