Home / Humaniora / Target Temuan TB Selama 2017 Capai 7.215 Kasus

Target Temuan TB Selama 2017 Capai 7.215 Kasus

Foto: Dinas Kesehatan NTT
Foto: Dinas Kesehatan NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Waingapu–Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan temuan penderita tuberkulosis (TB) selama 2017 mencapai 7.215 kasus.

Untuk mencapai angka tersebut, saat ini Tim Eliminasi Tuberkulosis 2015 Dinas Kesehatan NTT menggelar pertemuan secara bergilir bersama pemerintah empat kabupaten di Pulau Sumba yang berlangsung dari 23-28 Oktober 2017.

Pertemuan itu bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi, serta advokasi dan sosialisasi penyusunan rencana aksi daerah (RAD) dalam rangka penguatan komitmen daerah menuju eliminasi TB 2023. Tim TB bersama Tim Percepatan Eliminasi Malaria yang juga bertugas melakukan advokasi eliminasi malaria di NTT pada 2023.

Tim TB Dinas Kesehatan NTT Novita Moeda mengatakan temuan kasus TB dilakukan secara pasif, aktif, dan masif, antara lain melakukan investigasi dan pemeriksaan kasus kontak, skrining massal terutama pada kelompok rentan dan kelompok berisiko, serta skrining pada kondisi sitausi khusus.

Baca Juga :  Kemiskinan Penyebab Gizi Buruk di NTT

Selain itu, penemuan kasus TB juga dilakukan melalui pemeriksaan pasien yang datang berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Pertemuan ini juga untuk melihat komitmen dari kabupaten untuk menncapai target yang sudah ditetapkan,” ujar Novita di Waingapu,  ibu kota Kabupaten Sumba Timur, Jumat (27/10).

Adapun hasil capaian TB sampai triwulan II 2017 baru mencapai 3.158 kasus di seluruh NTT, antara lain Sumba Barat Daya 198 kasus dari target 387 kasus, Sumba Barat 160 kasus dari target 177 kasus, Sumba Tengah 55 Kasus dari target 101 kasus, dan Sumba Timur 266 kasus dari target 441 kasus.

Target temuan diharapkan bertambah setiap tahun sehingga seluruh penderita TB dapat diobati hingga sembuh. Pada 2020, target temuan diperkirakan mencapai 9.923 kasus. Pada tahun yang sama, prakiraan angka insiden TB akan berkurang menjadi 20.738 kasus dari prakiraan angka insiden TB pada 2017 sebanyak 23.544 kasus.

Baca Juga :  'Sumur Maut' di Kupang Kembali Telan Korban Jiwa

“Cari penderita TB untuk diobati supaya angka insiden menurun,” kata Novita. Dengan demikian memperkecil kesenjangan menuju eliminasi TB pada 2035.

Prakiraan banyaknya kasus TB karena satu orang dengan TB aktif dapat menginfeksi 10-15 orang setiap bulannya. Sumber penularan TB adalah dahak yang dipengaruhi oleh jumlah kuman, lamanya kontak, dan daya tahan tubuh.

Seorang penderita TB mengeluarkan 0-210 pertikel saat berbicara, dan 0-3.500 partikel saat batuk, serta 4.500-1 juta partikel saat bersin.

TB merupakan penyakit infeksi pembunuh nomor satu, dan di Indonesia, setiap hari sebanyak 385 penderita TB meninggal namun penyakit ini dapat disembuhkan dengan minum obat secara teratur selama enam bulan. (gm)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda