Home / Humaniora / Target Cakupan Imunisasi MR 100%, Dinkes Belu Sisir Anak Sampai Pelosok

Target Cakupan Imunisasi MR 100%, Dinkes Belu Sisir Anak Sampai Pelosok

Bupati Belu Wily Lay/Foto: Lintasntt.com
Bupati Belu Wily Lay/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Atambua–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur menyisir anak-anak di daerah itu yang belum diberi imunisasi measles-rubella (MR) sampai pelosok.

Hal itu dilakukan untuk menjamin seluruh anak usia 9 bulan-15 tahun mendapat imunisasi MR, demi mencapai target cakupan imunisasi 100% akhir bulan ini.

“Saat ini petugas kesehatan keliling ke desa-desa untuk mencari anak-anak yang belum mendapat imunisasi MR,” kata Bupati Belu Wily Lay di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Rabu (19/9).

Wily menyebutkan warganya tidak menolak vaksin MR. Hanya saja, banyak warga tinggal di desa-desa yang mungkin belum didatangi petugas kesehatan. Kondisi tersebut yang membuat prosentase imunisasi MR di Belu baru mencapai 73,70% pada Rabu. Untuk tingkat provinsi, prosentase imunisasi MR baru mencapai 79,19%.

Baca Juga :  Enam Tanda Diagnosa Kanker Rahim

Sementara itu sesuai laporan cakupan imunisasi MR dari Dinas Kesehatan NTT, dari 22 kabupaten dan kota di daerah itu, baru Kabupaten Timor Tengah Utara yang telah mencapai imuniasi MR 100%. Sedangkan cakupan terendah di Kabupaten Alor sebesar 66,76%.

Laporan tersebut juga menyebutkan tren cakupan imunisasi MR NTT makin menunjukan celah yang lebih besar pada minggu ketujuh, yang disebabkan jumlah anak yang diimunisasi tidak mencapai target.

“Gap pada minggu ketujuh ini sebesar 5%, tertinggi di antara semua minggu pelaksanaan imunisasi MR,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTT dokter Dominikus Mere.

Pada minggu ketujuh ini dari target absolut 175.556 anak yang diimunisasi, hanya tercapai 159.216 anak.

Baca Juga :  SD-SMP di Kota Kupang Terima Siswa Sistem Online

Namun Kabupaten Timor Tengah Utara menunjukan kinerja yang luar biasa dengan kenaikan cakupan sebesar 16,99%, jauh melebihi kabupaten dan kota lainnya. Di Kabupaten Malaka, Ende dan Sikka juga memiliki kinerja yang tinggi dengan kenaikan lebih dari 8%.

Sedangkan Kabupaten Sabu Raijua dan Sumba Barat menjadi Kabupaten yang memiliki kinerja rendah dengan kenaikan cakupan kurang dari 5%. Sedangkan secara keseluruhan ada 13 kabupaten dan kota yang kenaikan cakupan di bawah 7%. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda