Home / Humaniora / ‘Tangan Pengharapan’ Bangun Sekolah Lapangan di Penfui Timur

‘Tangan Pengharapan’ Bangun Sekolah Lapangan di Penfui Timur

Jumpa Pers di Sekolah Lapangan Yayasan Tangan Pengharapan.  Foto: Gamaliel
Jumpa Pers di Sekolah Lapangan Yayasan Tangan Pengharapan. Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Yayasan ‘Tangan Pengharapan’ membangun Sekolah Lapangan di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sekolah Lapangan atau sekolah keterampilan (life skill training) ini menyedikan keterampilan gratis bagi anak-anak dan masyarakat dalam berbagai bidang mulai dari membuat pupuk kompos, membuat arang batok kelapa, minyak kelapa, solar food dryer, rumah sayur organik, pengembangbiakan ikan air tawar, ternak ayam, Ferrocement Filtered Water Tank dan pompa Rus tanpa listrik.

Pendiri dan Direktur Manager Yayasan Tangan Pengharapan Henny Kristianus mengatakan warga yang mengenyam pendidikan di sekolah ini tidak dipunggut biaya. Mereka dididik selama empat minggu sebelum kembali ke kampung masing-masing untuk bekerja.

Fasilitas juga disediakan gratis bahkan transportasi juga dibantu. Mereka dilatih oleh pelatih yang berpengalaman di dalam negeri dan luar negeri dan dibayar oleh yayasan. Namun peserta hanya dipilih dari warga yang memiliki keinginan kuat untuk belajar.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Kupang Buka Loket Pendaftaran di Kecamatan

Seperti Ferrocement Filtered Water Tank menjadi solusi krisis air di Pulau Timor. “Curah hujan sangat deras. Kalau air bisa disimpan akan sangat menolong masyarakat melewati musim kering selama tiga bulan,” kata Henny kepada wartawan.

Warga yang rajin, bisa membuat water tank berkapasitas besar yakni bisa menampung sampai 11.000 meter kubik air.

Yayasan ini masuk ke NTT sejak 2008, sedangkan d Kupang Timur sejak 2011. Sampai saat ini telah memiliki 15 titik di Timor dan menjangkau 2.500 anak di Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan dan Kupang Timur tersebut.

Adapun di Sumba terdapat 9 titik yang menangani program Feeding and Learning Center (makan untuk belajar), Children Rescue Home (rumah perlindungan anak), sekolah PAUD.

Baca Juga :  Warga Belgia Meninggal di Komodo

Menurut Henny, rumah perlindungan anak menampng anak-anak korban kekerasana, anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu, dan yatim piatu. “Ada anak yang kami kirim ke Jakarta untuk kuliah dengan beasiswa penuh,” ujarnya.

Sekolah lapangan ini diresmikan oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya Selasa siang. Gubernur memberikan apresiasi kepada Yayasan Tangan Pengharapan yang bersedia datang ke NTT untuk membantu warga di pedalaman secara cuma-cuma.

“Saya hadir di sini untuk mengucapkan terima kasih sekaligus Pemerintah Provinsi pasti selalu mendukung hal-hal sosial seperti ini,” kata Frans. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda