Home / Rote-Sabu / Ruang Kelas SD Oenitas Dijadikan Ruang Guru

Ruang Kelas SD Oenitas Dijadikan Ruang Guru

Ilustrasi--Tidak ada Kursi, Siswa SD Belajar sambil Berdiri. Foto: Gamaliel
Ilustrasi--Tidak ada Kursi, Siswa SD Belajar sambil Berdiri. Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Rote–Guru-guru SD Inpres Oenitas di Dusun Loudano, Desa Oenitas, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao terpaksa bekerja di ruang kelas yang mengakibatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu.

Pasalnya sekolah tersebut tidak memiliki ruang guru. SD Inpres Oenitas dibangun sejak 1975. Sampai 2015, pemerintah sudah dua kali merenovasi gedung sekolah tersebut.

Renovasi pertama dilakukan pada tahun 2004 namun hanya memperbaiki dua ruangan. Kemudian renovasi berikutnya pada 2012 berhasil memperbaiki empat ruangan.

Sampai akhir 2015, masih ada dua ruangan yang dalam kondisi rusak belum direnovasi yakni ruang guru dan ruang perpustakaan. “Kami sangat membutuhkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar,” kata Kepala SD Inpres Oenitas, Ayup Nadek, S.Pd kepada wartawan, Sabtu (28/11).

Baca Juga :  Hutang Belum Dibayar, Supplier akan Ambil Kembali Material

Menurut Ayup, pihaknya juga membutuhkan tambahan gedung yang akan ditempatkan laboratorium, aula, ruang kepala sekolah, ruang dan guru. “Termasuk pembangunan mes untuk guru,” ujarnya.

Ia mengatakan pembangunan mes guru sangat dibutuhkan sehingga menganggu jam mengajar. Pasalnya jika guru harus kembali ke rumah mereka yang letaknya sangat jauh dari sekolah, akan menganggu kegiatan belajar mengajar.

Saat ini staf pengajar di SD Inpres Oenitas berjumlah 11 orang, terdiri dari enam guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Lima guru lainnya berstatus honorer dan satu petugas perpustakaan. Ayub juga minta bantuan dana bos untuk pengadaan komputer. “Sarana IT sangat penting bagi siswa dan guru untuk mempermudah memperoleh perkembangan informasi pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Seluruh Kecamatan di Rote Sudah Berlistrik

Ayup mengatakan siswa SD Oenitas yang berasal dari keluarga pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS), dan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) akan didaftarkan sebagai penerima beasiswa. Selama 2015, sebanyak 55 siswa sekolah tersebut menerima beasiswa masing-masing sebesar Rp450.000 per tahun. (hk)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda