Home / Travel / Sumba Bangun Model Pariwisata Berkelanjutan

Sumba Bangun Model Pariwisata Berkelanjutan

Foto: lintasntt.com
Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Sebuah sekolah perhotelan bernama Sumba Hospitaly Foundation di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun model pariwisata berkelanjutan yang diharapkan ditiru investor yang akan menanamkan modalnya di sektor pariwisata di daerah itu.

“Kami menginisiasi pertemuan pelaku pariwisata, perhotelan, dan lembaga swadaya masyarakat untuk membahas model pariwisata apa yang kita dorong di Sumba, dan disepakati pariwisata berkelanjutan,” kata Ketua Sumba Hospitality Foundation, Redempta T Bato, Jumat (17/6).

Model periwisata yang dibangun mulai dari bangunan, energi, manajemen lingkungann, pengelolaan air kotor, hingga pembangunan sumber daya manusia. Model ini sudah diterapkan sejak 2016 atau saat sekolah yang terletak di Desa Karuni, Kecamatan Loura itu dibangun.

Konstruksi lima ruangan belajar, kantor dan bar mengunakan bambu sebagai penyangga serta tanpa dinding, sedangkan atap mengunakan alang-alang. Namun, sembilan unit vila di kompleks sekolah itu dilengkapi dinding, atap alang-alang dan kolam renang. “Kami juga mengunakan listrik tenaga matahari dan pengelolaan air kotor,” tambahnya.

Baca Juga :  Peserta Sail Indonesia 2016 Mulai Berdatangan di Kupang

Saat ini, model tersebut sudah disosialisasikan kepada investor yang akan menanamkan modalnya di sektor pariwisata di seluruh Pulau Sumba, termasuk membahas bersama pemerintah daerah yang nantinya dituangkan dalam regulasi.

Jika sudah ada aturan mengenai model pariwisata berkelanjutan di Sumba, menurut Redempta, investor akan taat dan bersedia membangun mengikuti model yang sudah ada. Kalau orang datang bangun hotel, tidak perlu bangun bertingkat, cukup bangun dengan green eco-friendly yang ramah lingkungan,” katanya.

Dengan begitu, Sumba tetap mempertahankan keunikannya. Rumah-rumah adat dan rumah penduduk di Sumba kebanyakan dibangun mengunakan bambu yang tahan selama puluhan tahun. Jika model ini sudah berjalan baik, bagi Dia, budidaya bambu di Sumba terus berlanjut. “Jadi konsep ini bukan baru, tetapi sudah dilakukan nenek moyang orang Sumba,” tandasnya.

Baca Juga :  Foto Ombak Nemberala Juara 1 Lomba ‘Amazing NTT’

Dia menyebutkan, sejak model ini diperkenalkan, sudah dua investor yang berkunjung ke Sumba Hospitality. “Mereka datang ke tempat kami dan lihat kami bisa, pasti mereka juga bisa,” ujarnya,

Pembangunan pariwisata berkelanjutan bertujuan merespon berbagai persoalan yang saat ini berkembang di Sumba, seperti pengelolaan sampah yang belum maksimal, kemiskinan, punggutan di lokasi wisata, dan kriminalitas

Untuk itu sebanyak 60 siswa yang belajar di sekolah tersebut hanya diambil dari keluarga miskin yang bersedia dididik menjadi tenaga profesional di bidang pariwisata. Mereka belajar selama satu tahun di sekolah dengan rincian, lima bulan di kelas dan tujuh bulan magang di hotel-hotel berbintang di luar daerah. “Harapan kami suatu ketika mereka menjadi manager, akan menerapkan model pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Adapun pengajar di sekolah tersebut berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Belgia, Belanda, Singapura, Jerman, dan Perancis. (sumber: mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda