Home / Daerah / Suhu di Kupang Terasa Lebih Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Suhu di Kupang Terasa Lebih Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Kota Kupang/Foto: lintasntt.com
Kota Kupang/Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–BMKG Stasiun El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur menghimbau masyarakat mewaspadai potensi peningkatan penyakit pernapasan menyusul suhu dingin melanda daerah itu sejak lima hari terakhir.

Pantauan BMKG NTT selama lima hari tersebut, secara umum suhu berkisar antara 19-22 derajat celcius, dan pada wilayah dataran tinggi berkisar antara 10-13 derajat celcius. Suhu dingin diperkirakan berlangsung sampai Agustus 2019.

“Wasapadai potensi peningkatan penyakit pernafasan yang diakibatkan virus atau bakteri. Kulit dan bibir menjadi kering atau pecah-pecah,” kata Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang Nanik Trenawasti di Kupang, Minggu (23/6).

Dia menyebutkan suhu dingin yang melanda daerah itu dipicu oleh tekanan udara tinggi di daratan Australia, sedangkan wilayah daratan Asia mengalami tekanan udara rendah sehingga massa udara bergerak dari Australia ke Asia dengan membawa massa udara kering dan dingin melewati wilayah Indonesia, yang biasa disebut Monsoon Dingin Australia

Baca Juga :  Timor Leste dan Pakistan Tertarik Belajar Sekolah Lapang Iklim BMKG

Selanjutnya di wilayah Indonesia secara umum dan wilayah NTT secara khusus mengalami tutupan awan yang relatif sedikit sehingga pantulan sinar matahari yang mengenai bumi tidak tertahan oleh awan dan langsung terbuang atau hilang ke angkasa.

Menurut Nanik, kandungan air di dalam tanah menipis dan kandungan uap air di udara juga rendah dan menyebabkan kelembaban udara cenderung rendah selama musim kemarau.

“Pada malam hari, gunakan pakaian atau selimut yang tebal, menggunakan krim pelembab kulit supaya kulit tidak terlalu kering, dan mencukupi kebutuhan cairan supaya tidak dehidrasi,” tambahnya.

Selain itu BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkiat cauca buruk yang saat ini melanda daerah itu. Kecepatan angin antara 20-40 kilometer terjadi di Pulau Timor, Rote, Sabu dan Sumba. Adapun tinggi gelombang di perairan antara 2-4 meter masih berlangsung sampai Selasa (25/6).

Baca Juga :  Mahasiswa STT GKS Lewa Minta Fary Francis Perjuangkan Rusunawa, Bus Kampus, dan Perpustakaan

Menurutnya angin kencang dan gelombang tinggi terjadi di wilayah perairan NTT bagian timur hingga barat. “Waspadai juga potensi kebakaran lahan di Kota Kupang, ujarnya. (sumber: mi)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda