Home / Politik / Stok Pupuk Urea di NTT Mencukupi

Stok Pupuk Urea di NTT Mencukupi

Buruh Menurunkan Pupuk Bersubsidi dari kapal di Pelabuhan Tenau Kupang beberapa waktu lalu. /Foto: Gamaliel
Buruh Menurunkan Pupuk Bersubsidi dari kapal di Pelabuhan Tenau Kupang beberapa waktu lalu. /Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kupang Pemasaran Pupuk Kaltim Nusa Tenggara Timur (NTT) Istadi menjamin tidak terjadi kelangkaan pupuk urea bersubsidi pada awal musim tanam November-Desember 2017.

Stok pupuk urea bersubsidi yang tersimpan di 11 gudang milik PT Kaltim di daerah itu, Selasa (14/11) sebanyak 6.072 ton yang merupakan sisa kuota 2017. Kuota pupuk urea bersubsidi 217 berjumlah 22.789 ton.

“Kebutuhan pupuk urea bersubsidi November sampai Desember 2017 antara 2.500-3.500 ton. Kalau stok yang ada terpakai semua pun baru 50%,” kata Istadi.

Mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk urea di awal musim tanam, Dinas Pertanian NTT telah mengajukan penambahan pupuk urea ke Kementerian Pertanian sebanyak 5.000 ton. Jika disetujui, tambahan pupuk tersebut dimanfaatkan petani sampai awal 2018.

Baca Juga :  PDIP NTT Pastikan Thobias Uly dan Viktor Mado Waton Calon Bupati

Istadi mewajibkan seluruh pengecer menyiapkan pupuk di gudangnya masing-masing satu minggu sebelum diambil petani. Dengan demikian, saat petani butuh pupuk, mereka tidak perlu menunggu pasokan dari distributor. “Kami berkewajiban memenuhi permintaan pupuk urea,” ujarnya.

Dia menyebutkan stok pupuk untuk petani di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat juga mencukupi yakni sebanyak 9.000 ton. Sebelumnya tersiar informasi yang menyebutkan urea di tiga kabupaten itu langka. “Stok urea di Manggarai tidak terpakai semuanya sehingga sebagian digeser ke Maumere dan Nagekeo,” ujarnya.

Pengecer pupuk urea wilayah Kota Kupang dan Timor Tengah Selatan Edy Giri menyebutkan stok pupuk untuk kebutuhan petani setempat sudah tersedia di gudang. “Kami menyiapkan pupuk di gudang dua minggu sebelum musim tanam,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur NTT Belum Diizinkan Kampanye

Sebelumnya Kepala PT Petrokima Gresik Cabang Kupang Anang Agus mengatakan stok pupuk sisa kuota 2017 berjumlah 8.228,5 ton terdiri dari urea, NPK, SP 36, ZA, dan Organik. Namun stok tesebut dikhawatirkan tidak memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam akhir 2017.

Untuk menambah stok yang ada, menurut Dia, Dinas Pertanian NTT minta tambahan pupuk sebanyak 10.250 ton. “Kami berharap permintaan tambahan pupuk ini disetujui untuk menambah stok yang ada,” ujarnya. (sumber: mi/palce amalo)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda