Home / Daerah / Siklon Podul Picu Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di NTT

Siklon Podul Picu Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di NTT

Ilustrasi Angin Kencang/Foto: Feldavoice
Ilustrasi Angin Kencang/Foto: Feldavoice

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda gelombang tinggi antara 1,25-3,5 meter sejak dua hari terakhir.

Sesuai laporan Stasiun Meteorologi Tenau Kupang, gelombang tinggi dipicu Siklon Podul yang tumbuh di Laut Cina Selatan. Siklon Podul mengakibatkan kecepatan angin di sejumlah wilayah Indonesia termasuk NTT meningkat antara 4-25 knot per jam, yang kemudian memicu peningkatkan gelombang laut.

Adapun perairan di NTT, Kamis (29/8) yang bergelombang tinggi yakni perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote, Selat Sumba bagian barat, Laut Timor bagian selatan, serta Selat Sape bagian selatan. Tinggi gelombang berkisar 1,25-2,5 meter.

Adapun tinggi gelombang 2,5 meter hingga 3,5 meter terjadi di Laut Sawu, Perairan selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia selatan NTT.

Baca Juga :  NTT Minta Tambah 4 Fery Bertonase 2.000 GT

“Harap diperhatian risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalau waspada,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Tenau Kupang Ota Welly Jenni Thalo.

Menurutnya perahu nelayan harus mewaspadai jika kecepatan angin lebih dari 15 knot per jam dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sedangkan fery mewaspadai tinggi gelombang di atas 2,5 meter dan kecepatan angin 21 knot per jam.

Selanjutnya kapal tongkang harus mewaspadai tinggi gelombang di atas 1,5 meter dan kecepatan angin lebih dari 16 knot per jam. Cuaca buruk yang melanda daerah itu diramalkan berlangsung sampai September 2019.

Baca Juga :  Harapan Warga Pathau Menikmati Listrik Segera Terwujud

General Manager PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang Burhan Zahim menyebutkan angin kencang dan gelombang tinggi belum sampai menganggu aktivitas kapal. “Saat ini pelayaran masih normal. Mudah-mudahan seterusnya tidak terganggu,” katanya. (gma/mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda