Home / Nasional / Serapan Beras Petani di NTT 2016 Hanya 12%

Serapan Beras Petani di NTT 2016 Hanya 12%

Kepala Bulog Divre NTT Sugeng Rahayu mengunjungi Gudang Bulog NTT di Kelurahan Alak, Kota Kupang, Kamis (9/12). Foto: Gamaliel
Kepala Bulog Divre NTT Sugeng Rahayu mengunjungi Gudang Bulog NTT di Kelurahan Alak, Kota Kupang, Kamis (9/12). Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Bulog Devisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat serapan beras petani Januari-Desember 2016 hanya mencapai 12 persen dari target 15.000 ton.

Kepala Bulog Divre NTT Sugeng Rahayu mengatakan anjloknya serapan beras disebabkan gagal panen.

Selain itu, harga beras di sejumlah daerah yang selama ini menyuplai beras ke Bulog, lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp7.300 per kilogram (kg). Sedangkan harga beras di petani mencapai 9.000 per kg.

“Bulog sudah berusaha menyerap beras dari petani kondisi di lapangan,hanya beberapa daerah yang panen dan harga beras dia atas HPP,” kata Sugeng kepada wartawan di Kupang, Jumat (9/12).

Tahun ini serapan beras berasal dari petani di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Waingapu, Kabupaten Sumba Barat, Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Bajawa di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Rote Ndao.

Baca Juga :  Siklon Tropis Alessia Mulai Menjauh dari NTT

Minimnya serapan beras mengakibatkan kebutuhan beras dari luar daerah lebih besar. Sampai Desember, Bulog telah mendatangkan beras dari sejumlah daerah seperti Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat, serta beras impor dari Thailand dan Vietnam.

Menurut Sugeng, pihaknya akan mendatangkan 19.700 ton beras dari luar daerah pada Januari 2017 untuk menambah stok yang ada di gudang. Saat ini stok beras di gudang sebanyak sebanyak 12.536 ton. (mi)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda