Home / Humaniora / Sempat Telantar, Suami-Istri asal Nagekeo Terima KIS dari Jokowi

Sempat Telantar, Suami-Istri asal Nagekeo Terima KIS dari Jokowi

Fransiska Enga, 49, dievakuasi tim medis ke RS Fatmawati/Foto: Dari Laman Kricom
Fransiska Enga, 49, dievakuasi tim medis ke RS Fatmawati/Foto: Dari Laman Kricom

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Rasa syukur dilontarkan Nikolaus Newa ketika istrinya, Fransiska Enga, 49, akhirnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Minggu 15 April 2018.

Di ruang Inslatasi Gawat Darurat (IGD), Nikolaus pun menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga atas respon cepat pemerintah, khususnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain istrinya mendapat perawatan, saat ini juga mereka telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Terima kasih Bapak Presiden, istri saya sudah dirawat. Kami juga sudah punya kartu (KIS),” ungkapnya.

Fransiska dijemput tim medis pada pukul 05.30 WIB, dokter Andri dan zr. Pipit dengan ambulance Rumah Sakit Fatmawati dari Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung. Saat ini Fransiska sedang dalam pemeriksaan di IGD. Kondisinya sendiri sadar dan bisa berkomunikasi.

Baca Juga :  Hati-Hati, Kecepatan Angin di Kupang 55 Kilometer Per Jam

Seperti diketahui, pasangan asal Penginanga, Desa Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Negekeo, Nusa Tenggara Timurini sengaja datang ke Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo.

Tujuannya mereka ingin minta dibuatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun mereka malah telantar di Jakarta.

Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Sosial DKI Jakarta Miftahul Huda dalam keterangannya, Sabtu, 14 April 2018, menyampaikan pasangan itu telantar karena kehabisan ongkos.

Keduanya kemudian ditemukan petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur di sekitar Pasar Rebo, Jakarta Timur. Fransiska menderita sakit infeksi saluran kemih.

Penyakitnya ini membuatnya kesulitan buang air hingga perutnya membesar. Suami istri itu pun ingin agar dirawat dan dioperasi di rumah sakit yang ada di Jakarta karena di NTT alatnya tidak memadai. Setelah dioperasi dan dinyatakan sembuh, mereka ingin kembali ke NTT. (biro komunikasi dan pelayanan masyarakat, Kemenkes).

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda