Home / Bisnis / Semen Langka di Kupang, Pedagang Untung Rp27 Ribu per Sak

Semen Langka di Kupang, Pedagang Untung Rp27 Ribu per Sak

Pedagang Menurunkan Semen di Pelabuhan Tenau Kupang/Foto: Gamaliel
Pedagang Menurunkan Semen di Pelabuhan Tenau Kupang/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kelangkaan semen di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai Sabtu (19/12) belum berhasil diatasi.

Kelangkaan semen sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir yang membuat harga semen di pasaran melonjak hingga Rp65.000 per sak dari harga normal berkisar Ro45.000 dan Rp46.000 per sak.

Adapun harga semen di tingkat produksi sebesar Rp38.000 per sak, sehingga naiknya harga semen mengakibatkan pedagang meraup keuntungan sebesar Rp27.000 per sak.

Kelangkaan semen mengakibatkan pekerja bangunan memilih libur. “Mau bilang apa lagi. Semen langka dan mahal,” kata Esha, pekerja bangunan di Kelurahan Liliba.

Toko-toko bangunan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kuanino juga tidak memiliki stok semen. Kalau pun ada, harganya sudah dinaikkan.

Baca Juga :  PLN Resmikan Gardu Induk dan SUTT 70 KV Nonohonis

Gubernur NTT Frans Lebu Raya minta manajemen Semen Kupang memeriksa distributor terkait penaikan harga semen tersebut. “Jika ada permainan harga (semen) ijin usaha dicabut supaya ada efek jera,” ujarnya. Menurutnya setiap hari produksi semen Kupang mencapai 1.500 sak, namun saat ini produksi semen berkurang hingga 600 sak. (rr)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda