Home / Daerah / Sejak Moratorium, NTT Sudah Cekal 371 Pekerja Migran

Sejak Moratorium, NTT Sudah Cekal 371 Pekerja Migran

Ilustrasi: TKI Ilegal
Ilustrasi: TKI Ilegal

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Sebanyak 371 pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dicekal ke luar negeri sejak berlakunya moratorium pengiriman pekerja migran ilegal (PMI) 6 September 2018.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pekerja migran dicekal di berbagai pintu keberangkatan terutama di Bandara El Tari Kupang sejak 6-19 September.

Mereka dicekal oleh Gugus Tugas Penanganan dan Pencekalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural yang dibentuk pemerintah. “Moratorium juga diterapkan terhadap perekrutan, pengiriman, dan penempatan PMI di seluruh negara tujuan,” tandas Laiskodat di DPRD NTT, Senin.

Dia menyebutkan moratorium pekerja migran ilegal untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh terhadap tata kelola penanganan dan pelayanan calon pekerja.
“Pembenahan mulai proses perekrutan, pelatihan sampai dengan penempatan ke negara tujuan,” katanya.

Baca Juga :  Sumba Barat Daya Diguncang Gempa 3,4 SR

Setelah moratorium, pemerintah telah membentuk Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LTSA P2TKI) NTI yang bertugas memberikan pelayanan terintegrasi bagi pekerja migran secara cepat, mudah dan murah.

Moratorium tenaga kerja dikeluarkan karena selama ini pekerja yang diberangkatkan ke luar negeri tidak memiliki dokumen resmi secara non prosedural, bahkan mengarah kepada perdagangan manusia (human trafficking).

General Manager PT Angkasa Pura Bandara El Tari Kupang Barata Singgih Riwahono mengatakan tim keamanan bandara juga turut mencekal tenaga kerja bekerja sama dengan dinas tenaga kerja dan transmigrasi NTT.

Menurutnya petugas memeriksa calon penumpang yang dicurigai akan berangkat ke luar negeri menjadi pekerja. “Kami periksa indentitasnya. Jika ada kecurigaan diserahkan kepada dinas tenaga kerja dan transmigrasi,” ujarnya. (mi/palce)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda