Home / Hukum / Satu Orang Tewas saat Aksi Protes Pengukuran Tanah di Sumba Barat

Satu Orang Tewas saat Aksi Protes Pengukuran Tanah di Sumba Barat

Ricuh Saat Pengukuran Tanah di Sumba Barat/Foto: Tribrata News
Ricuh Saat Pengukuran Tanah di Sumba Barat/Foto: Tribrata News

Bagikan Halaman ini

Share Button

Waikabubak–Poro Duka, 40 tahun, warga Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, NTT tewas saat kericuhan yang terjadi pada kegiatan pengukuran tanah di desa tersebut, Rabu (25/4/2018).

Warga lainnya berinsial MMD, 26, menderita luka dan kini dirawat di Rumah Sakit Waikabubak di ibu kota Sumba Barat.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast mengatakan warga memrotes kegiatan pengukuran tanah yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumba Barat yang dijaga 131 personel gabungan dari Brimob, TNI, dan personel polisi dari Polres Sumba Barat.

Menurutnya pengamanan pengukuran tanah di lokasi itu seusai Surat Permohonan Bantuan Keamanan dari Janis & Associates (kuasa hukum PT. Sutera Marosi Kharisma) Nomor: 325/JA-EXT/IV/2018, tanggal 09 April 2018.

Para personil gabungan tersebut melakukan pengamanan selama proses pengukuran tanah di lokasi sekitar Pantai Marosi, Desa Patiala Bawa.

Kegiatan pengamanan berlangsung mulai pukul 10.00 Wita, pengukuran tanah Sertifikasi HGB Nomor 3 -7 atas nama Oki Rehardi Lukita untuk atas nama PT. Sutera Marosi Kharisma dilakukan oleh Pihak Pertanahan Kabupaten Sumba Barat dan disaksikan oleh Kadis Pertanahan, Camat Lamboya, Kades Patiala Bawa dan pihak dari PT. Sutera Marosi Kharisma bersama Kuasa Hukum.

Baca Juga :  Polda Kirim Detasemen Perlawanan Teror ke Naibonat

“Proses pengukuran pengembalian tapal batas milik PT. Sutera Marosi Kharisma mengalami sedikit kendala, yakni terjadi penolakan oleh masyarakat sekitar. Akan tetapi setelah dilakukan mediasi oleh pihak keamanan situasi kembali kondusif dan giat pengukuran kembali dilanjutkan,” katanya, Kamis (26/4).

Pada pukul 15.00 Wita, kegiatan pengukura tanah bergeser ke lokasi lain, dan kembali terjadi penolakan oleh masyarakat, disertai dengan pelemparan batu ke pihak pertanahan dan petugas keamanan.

Petugas keamanan sempat melakukan komunikasi dan mengingatkan warga untuk tidak melakukan aksi lempar dan menghormati segala keputusan yang telah ditetapkan. Akan tetapi alih-alih berhenti, warga yang mayoritas membawa parang malah mengamuk dan terus menerus melempari petugas dengan batu.

“Merasa perlu mengambil tindakan untuk meredakan amukan warga, Petugas Keamananpun melakukan tembakan peringatan. Akan tetapi kembali warga tak mengindahkan peringatan petugas dan malah bertindak brutal dengan melempari para petugas bertubi-tubi. Dalam kondisi terdesak, akhirnya petugas melemparkan tembakan gas air mata” tegas Kombes Jules.

Di tengah ricuhnya situasi sore itu terdengar suara teriakan dari kelompok warga bahwa ada yang terjatuh. Dan petugaspun langsung melakukan pertolongan kepada kedua korban dengan membawanya ke Puskesmas Kabukarudi sebelum dibawa ke Rumah Sakit Waikabubak..

Baca Juga :  Kasus Korupsi di NTT Meningkat 225%

Akan tetapi di tengah perjalanan kembali ke Kota, jalan yang dilalui kendaraan rombongan diblokir oleh warga dengan menggunakan batu.

Berhasil keluar dari blokade warga, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Namun aparat keamanan kembali dihadang di depan rumah Kepala Desa Patiala Bawa. Di lokasi itu, warga memblokir jalan dan melakukan aksi pelemparan terhadap aparat keamanan dan pegawai badan pertanhan.

Aksi pelemparan itu mengenai aparat keamanan sepeda motor. Untuk menghentikan aksi brutal warga, Petugas Keamanan kembali mengeluarkan tembakan peringatan sehingga warga berlarian ke arah belakang rumah Kepala Desa, dan petugas kembali melanjutkan perjalanan ke Kota Waikabubak.

Atas insiden tersebut, Kombes Jules menghimbau kepada masyarakat untuk menghormati serta menghargai segala keputusan yang telah ditetapkan oleh hukum. Selebihnya apabila ada yang ingin disampaikan hendaknya jangan memilih jalan anarkis dengan melakukan aksi yang hanya membahayakan diri sendiri. (gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda