Home / Humaniora / Sambut Jumat Agung, 300 Pemuda GMIT Gelar Prosesi Jalan Salib

Sambut Jumat Agung, 300 Pemuda GMIT Gelar Prosesi Jalan Salib

Pemuda GMIT Kupang Gelar Prosesi Jalan Salib/Foto: Lintasntt.com
Pemuda GMIT Kupang Gelar Prosesi Jalan Salib/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Sebanyak 300 pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menggelar prosesi jalan salib mengenang kisah sengsara Yesus Kristus hingga wafat di Kupang, Kamis (18/4).

Prosesi akbar tersebut melibatkan pemuda muslim dan menjadi prosesi jalan salib terbesar pertama di Kota Kupang yang akan menjadi destinasi wisata baru di daerah itu.

Prosesi dibagi dua segmen yakni prosesi laut dan prosesi darat berlangsung nonstop selama 24 jam.

Prosesi laut diawali dari Gereja Elim di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Sejumlah jemaat naik perahu menuju menyusuri pesisir pantai menuju pesisir pantai wisata Lasiana yang berjarak sekitar 20 kilometer.

Perahu yang ditumpangi pemuda peserta jalan salib, mampir di empat gereja yang terletak di pesisir pantai untuk menjemput pemuda lainnya. Jumlah mereka terus bertambah, termasuk perahu yang dilibatkan pun bertambah. “Kami ingin generasi muda tetap menghayati makna dari pengorbanan Tuhan Yesus,” kata Ketua Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang Erenst Blegur.

Baca Juga :  Permintaan Air Bersih Capai 700 Tengki Per Hari

Prosesi ini dikawal tiga kapal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang hingga pantai Lasiana, yang kemudian dilanjutkan prosesi Yesus di Danau Galilea. Di sana, Yesus duduk di perahu dan mengajar banyak orang. Kembali ke pantai, Yesus kemudian memilih murid-muridNya. Prosesi dilanjutkan dengan peristiwa mujizat yang dilakukan Yesus seperti menyembuhkan orang buta dan memberikan makan 5.000 orang dengan hanya dengan lima roti dan dua ikan.

Selanjutnya Yesus naik kuda menuju Gereja Laharoi di Kelurahan Lasiana, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi kesengsaraan yang dipusatkan di Taman Nostalgia. “Prosesi selanjutnya ke sejumlah gereja dan terakhir pada pagi hari yakni prosesi penyaliban di Gereja Syalom di Kelurahan Airnona,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengurus IAKMI Sumba Barat Daya Dikukuhkan

Dia menyebutkan prosesi jalan salib tersebut akan disempurnakan di prosesi tahun depan yang melibatkan dinas pariwisata. “Tahun depan kita persiapkan lebih matang lagi,” ujarnnya. (mi/palce)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda