Home / Humaniora / Rumah Sakit Larantuka Alami Kelangkaan Obat

Rumah Sakit Larantuka Alami Kelangkaan Obat

Foto: dok wakil bupati  Flores Timur
Foto: dok wakil bupati Flores Timur

Bagikan Halaman ini

Share Button

Larantuka–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hendrikus Fernandes Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dilaporkan mengalami kelangkaan obat.

“Saya menerima pengaduan dari pasien dan keluarga tentang kelangkaan obat di RSUD Latantuka,” kata Wakil Bupati Flores Timur Agus Boli kepada Media Indonesia, Senin (4/11).

Terkait kelangkaan obat terebut, Agus mengaku sudah mengumpulkan manajemen rumah sakit dan mendapat laporan pengiriman obat ke rumah sakit itu kadang terlambat hingga tiga bulan.

“Kadang volume pengiriman obat tidak sesuai permintaan. Misalnya kita minta 30% kebutuhan obat, tetapi rekanan hanya mengirim 10% hingga 20% saja,” kata Agus Boli setelah menerima laporan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Dr Hendrikus Fernandes Larantuka, Adi Hekin.

Baca Juga :  Kapal Terbawa Arus dan Tabrak Karang, 4 Wisatawan Selamat

Setelah ditelusuri menurut Dia, salah satu persoalan kelangkaan obat ialah dokumen pengadaan obat baru dikirim ke unit layanan pengadaan pada pertengahan tahun atau Juli dan Agustus. Bahkan penandatanganan kontrak pengadaan obat baru dilaukan pada Oktober. “Belum lagi permintaan obat dari distributor selalu terlambat,” kata Yos Boli.

Di sisi lain, stok obat di ruma sakit hanya bertahan sampai Juni. Setelah Juni, rumah sakit mengalami kelangkaan obat.

Sementara itu dalam pertemuan bersama pihak rumah sakit, Agus Bili memberikan solusi untuk mencegah kelangkaan obat yakni stok obat harus mencapai 18 bulan, pelelangan pengadaan obat dilakukan paling lambat Maret, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) rekanan yang menyerahkan obat jauh di bawah volume permintaan, dan pembukaan rekening khusus untuk membayar ganti rugi pembelian obat oleh pasie di apotik di luar apotik rumah sakit.

Baca Juga :  Wilson Therik, Putra Rote Raih Doktor Cumlaude dari UKSW Salatiga

“Kalau rekanan di-PHK dan mau gugat, silahkan, karena obat berkaitan dengan nyawa manusia,” tandasnya. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda