Home / Humaniora / Rizal Ramli Mengenang Bung Karno di Taman Kota Larantuka

Rizal Ramli Mengenang Bung Karno di Taman Kota Larantuka

Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli bersama Bupati Flores Timur Yosni Lagadoni Herin saat Jumpa Pers di Taman Kota Larantuka/Foto: Gamaliel Amalo
Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli bersama Bupati Flores Timur Yosni Lagadoni Herin saat Jumpa Pers di Taman Kota Larantuka/Foto: Gamaliel Amalo

Bagikan Halaman ini

Share Button

Larantuka–Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli tidak hanya bangga dengan pemuda Flores tetapi juga pada masa-masa perjuangan Bung Karno selama masa pengasingan di Ende.

Pada jumpa pers seusai pembukaan Tour de Flores 18 Mei 2016, Rizal mengaku terharu datang ke Flores, pulau tempat pengasingan Bung Karno.

“Saya terharu datang ke Flores. Saya bangga Tour de Flores ini dimulai di Flores, tempat pembuangan Bung Karno. Sebagai nasionalis saya bangga,” ujarnya.

Rizal mengatakan di masa pembaungan Bung Karno 1934-1938, ia tidak merasa terpenjara karena menyatu dengan rakyat Flores dan mendengar keluhan anak bangsa. Selain itu, Bung Karno juga memanfaatkan masa-masa itu untuk belajar dengan para doktor dari Jerman yang sedang berkunjung ke Flores.

Baca Juga :  Belanja Wisatawan Tour de Flores Ditargetkan Rp3,7 Triliun

“Beliau dikirim ke penjara. Saat berada di sini beliau jadi tahu apa yang dibutuhkan untuk Indonesia dan demokrasi,” ujarnya.

Selama masa pengasingannya, Bung Karno terus berjuang membangkitkan semangat membebaskan Indonesia dari penjajah melalui 12 judul sandiwara (tonil) yang ditulis dan dipentaskan di Ende dan tempat pembuangannya yang baru di Bengkulu.

Naskah asli sandiwara berupa tulisan tangan Bung Karno yakni berjudul: Rendo, Rahasia Kelimutu (dua seri), Jula Gubi, KutKubi, Anak Haram Jadah, Maha Iblis, Aero-Dinamit, Dr. Setan, Amuk Sanghai Rumba, Gera Ende, dan Indonesia ’45.

Butir-butir Pancasila juga lahir di Ende. Permenungan terhadap butir-butir Pancasila dilakukan Bung Karno setiap Jumat malam di bawah sebuah pohon sukun yang saat ini diberi nama Pohon Pancasila. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda