Home / Nasional / Ribuan Petani dan Nelayan NTT Ikut Peda-Penas

Ribuan Petani dan Nelayan NTT Ikut Peda-Penas

Ilustrasi: Petani mencabut bibit padi di tempat persemaian di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu. Foto: Gamaliel
Ilustrasi: Petani mencabut bibit padi di tempat persemaian di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu. Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang — Sebanyak 1.101 patani nelayan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipersiapkan untuk mengikuti pekan daerah (Peda) di Kabupaten Nagekeo, Flores dan Pekan Nasional (Penas) ke-XV tahun 2017 di Banda Aceh.

Asisten II Setda NTT yang juga Ketua Panitia Peda ke-XV Alexander Sena kepada pers di Kupang, Senin, menyebutkan petani nelayan yang dilibatkan itu terdiri dari, 618 orang akan mengikuti Peda di Kabupaten Nagekeo pada 19-22 April dan 483 orang untuk Penas di Banda Aceh, 6-11 Mei 2017.

Menurutnya, Peda-Penas sebagai event tiga atau empat tahunan sejak 1971 itu penting untuk memotivasi dan menggairahkan petani nelayan dan petani hutan maupun masyarakat agribisnis agar terus produktif dan berdaya saing.

Baca Juga :  Antisipasi Krisis Pangan, Bulog Datangkan 51.160 Ton Beras ke NTT

Kegiatan tersebut akan mempertemuan para petani dari bebagai kabupaten (PEDA) maupun dari berbagai provinsi (Penas) sehingga dapat saling bertukar gagasan, dan inovasi teknologi untuk pengembangan sektor pertanian.

“Para petani-nelayan bisa saling belajar, bertukar pengalaman, keterampilan, penguasaan teknologi, dan pemasaran prodkusi agribisnisnya,” katanya.

Dengan begitu, lanjutnya, akan tercipta keakraban dan dapat merangsang tumbuhnya jiwa wirausaha petani nelayan dan petani hutan dalam pembangunan sektor pertanian yang ramah lingkungan.

Selain itu, kegiatan dihadiri pula tokoh-tokoh petani nelayan, petani hutan, kontaktani nelayan, para petani nelayan dan petani hutan yang berhasil.

“Ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siapa saja dalam rangka menggerakan kepemimpinan agribisnis dan kemitraan di tingkat petani nelayan dan petani hutan,” katanya.

Baca Juga :  Investor Tiongkok Tertarik Kelola Air Baku di Kali Liliba dan Dendeng

Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah terus mendorong pengembangan sektor pertanian di provinsi kepulauan itu dengan berbagai kegiatan pemberdayaan, pelatihan, dan bantuan alat mesin pertanian yang didukung dengan alokasi benih, pupuk setiap tahunnya.

Untuk itu, kegiatan pemberdayaan seperti PEDA-PENAS perlu terus digalakkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang dimulai dari petani di daerah-daerah.

Dia menambahkan, pelaksanaan PEDA juga sekaligus merupakan ajang persiapan bagi petani-nelayan di daerah untuk berpresasi untuk mengikuti PENAS di tingkat nasional. (antara/asis)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda