Home / Politik / Remaja Putri asal TTS Dijual Rp20 Juta ke Malaysia

Remaja Putri asal TTS Dijual Rp20 Juta ke Malaysia

Dua Pelaku Penjualan Remaja Putri asal TTS ke Malaysia/foto: Lintasntt.com
Dua Pelaku Penjualan Remaja Putri asal TTS ke Malaysia/foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap dua pelaku perdagangan seorang remaja putri untuk menjadi pekerja ilegal di Malaysia.

Dua pelaku yakni AD, 20, dan DS, 38, ditangkap di lokasi berbeda, sedangkan korban MST masih berusia 16 tahun, berhasil digagalkan Tim Satgas Antitrafficking Pemprov NTT saat akan bertolak dari Bandara El Tari Kupang menuju Malaysia melalui Batam.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Ajun Komisaris Besar (AKB) Anton Nugroho mengatakan AD merekrut korban dari kampung halamannya di Desa Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tanpa diketahui orang tua.

Setelah direktur, MST diserahkan ke DS untuk diproses keberangkatannya ke Malaysia menjadi tenaga kerja ilegal.

Baca Juga :  Ratusan Orang Hadiri Deklarasi Tim Pemenangan Jokowi-JK di Kupang

“DS dapat fee Rp20 juta, dan diberikan kepada AD Rp3 juta, tetapi belum sempat diserahkan sudah ditangkap di bandara,” katanya saat jumpa pers di Polda NTT, Selasa (11/6).

Menurut AKB Anton Nugroho, uang Rp20 juta tersebut diberikan oleh C dan satu orang lagi di Malaysia berinisial E, sedang dalam proses penyelidikan.

Sebelum diberangkatkan, MST ditampung di sebuah rumah milik YN untuk diproses keberangkatannya menggunakan surat keterangan alamat palsu. “MST menggunakan surat keterangan domisili di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang tanpa ada tanda tangan lurah,” ujarnya.

Sedangkan pembuatan surat-surat untuk memenuhi syarat-syarat pembuatan paspor, sesuai rencana jaringan perdagangan anak ini, akan dibuat di Batam.

Baca Juga :  Daftar di 4 Parpol, Jonas Kurang Percaya Diri?

Dua pelaku perdagangan anak tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, dikenai Pasal 2 ayat 1, pasal 6, pasal 10 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda