Home / Daerah / Ratusan Nelayan di Kupang Tidak Melaut karena Cuaca Buruk

Ratusan Nelayan di Kupang Tidak Melaut karena Cuaca Buruk

Ilustrasi/Foto: lintasntt.com
Ilustrasi/Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Ratusan nelayan di seluruh perkampungan nelayan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur tidak melaut sejak satu pekan terakhir akibat cuaca buruk.

Nelayan yang tidak melaut berasal dari perkampungan nelayan Tenau, Oeba, Kelapa Lima hingga Lasiana. Setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama keluarga atau membersihkan pukat dan perahu.

Sesuai pantauan di Perkampungan Nelayan Oeba, Kelurahan Fatubesi, Jumat (28/12) siang, nelayan setempat menyelamatkan perahu mereka di sisi kanan Pengkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba. Sesuai laporan BMKG, tinggi gelombang di perairan berkisar antara 2-3 meter dan kecepatan angin antara 4-25 knot per jam.

“Pasokan ikan berkurang drastis karena nelayan tidak melaut,” kata Gele Pariwati Blegur, pedagang ikan yang berjualan di dekat lokasi penambatan perahu nelayan.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Senilai Rp3,4 Miliar Diresmikan di Belu

Gele mengatakan hanya sejumlah nelayan pancing dasar yang melaut, itu pun hanya beberapa perahu yang bertonase di atas 10 GT. Sedangkan sebagian besar nelayan yang memiliki perahu di bawah 10 GT memilih menunggu sampai cuaca di perairan kembali normal.”Ada juga beberapa nelayan libur natal dan tahun baru sehingga tidak melaut,” kata Dia.

Kondisi tersebut membuat pasokan ikan segar ke pasar maupun pedagang berkurang. Untuk mengisi kekosongan ikan, menurut Gele, sejumlah pedagang mendatangkan ikan dari nelayan di Pulau Rote yang berjarak sekitar 40 mil di selatan Kota Kupang.

Namun, pasokan ikan dari nelayan Rote tidak memenuhi kebutuhan warga yang mengakibatkan harga ikan melonjak. Ikan belang kuning yagn baisa dijual Rp15.000 per ekor, naik hingga Rp40.000 per ekor.

Baca Juga :  Calon Anggota DPD Martinus Siki Optimistis Menang

Dua pedagang ikan lainnya Sances David dan Yulius Lewoleda mengatakan permintaan ikan menurun lantaran terjadi lonjakan harga. “Kenaikan harga ikan seperti saat ini biasanya berlangsung sampai Januari,” kata Sances David. Adapun ikan tongkol yang biasanya dijual Rp20.000 per 10 ekor, sekarang dijual menjadi RpRp20.000 per lima ekor.

Selanjutnya ikan kembung naik harga menjadi Rp20.000 per empat ekor ekor dari harga sebelumnya Rp20.000 per delapan ekor. Ikan cakalang naik menjadi Rp65.000 per ekor dari harga normal Rp45.000 per ekor, dan tuna naik dari Rp100.000 per ekor menjadi Rp150.000 per ekor. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda