Rasio Desa Berlistrik di NTT Naik jadi 87,95 Persen

Tanggal Terbit : July 17, 2019 | Daerah
Foto: PT PLN Unit Induk Wilayah NTTFoto: PT PLN Unit Induk Wilayah NTT

Kupang–Rasio desa berlistrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juni 2019 tercatat 87,95% atau naik dari 2018 sebesar 76,23%.

Desa berlistrik itu setara dengan 2.949 desa dari tota 3.353 desa di NTT. Dengan demikian, sampai Juli 2019, sebanyak 404 desa.

PLN bertekad melistriki seluruh desa di provinsi tersebut pada 2019 atau mencapai 100%. Saat ini petugas PLN terus melakukan konstruksi pendirian tiang dan penarikan kabel. “Masih banyak masyarakat NTT yang belum menikmati listrik karena mereka tidak mampu, padahal PLN sudah membangun jaringan,” kata Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Lambas Pasaribu, Rabu (17/7/2019).

Program mewujudkan 100% desa berlistrik di NTT dimulai sejak 2017. Ketika itu tahap pertama ditetapkan 600 desa dan terealisasi 541 desa, kemudian dilanjutkan pada tahap kedua dan tahap selanjutnya.

Baca Juga :  Karpowership Aman Dikunjungi

Sementara itu rasio elektrifikasi di NTT juga meningkat dari sebelumnya 63%, saat ini sudah naik mencapai 72,23%.

Generasl Manager PT PLN IUW NTT Ignatius Rendroyoko mengatakan di Kabupaten Sikka, pemerintah daerah setempat membantu anggaran penyambungan listrik kepada masyarakat di sejumlah desa.

Untuk melistriki desa-desa di Sikka, pemerintah daerah setempat memberikan bantuan dalam bentuk CSR yang diberikan kepada warga untuk mendanai biaya penyambungan baru. Adapun PLN menyiapkan material dan melayani dari sisi pembangkitan, transmisi, distribusi hingga ke pelanggan.”Kemampuan masyarakat menyambung listrik itu perlu dibantu. Bantuan dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sikka merupakan awal yang baik,” ujarnya.

Dia menyebutkan sebanyak 148 desa dari 160 desa di Sikka sudah tersabung jaringan listrik PLN. Sisanya 12 desa masih gelap gulita pada malam hari karena ketiadaan listik.

Baca Juga :  Gunung Lewotolok Berstatus Waspada

Setelah kabel tersambung sampai ke desa, jaringan akan ditarik lagi hingga ke dusun. Dia juga mengajak investor untuk berinvestasi di Sikka karena pasokan listrik sangat memadai.

Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Wairita berkekuatan 40 Mw yang berada di Sikka juga sudah beroperasi, sehingga pasokan daya lebih maksimal lagi dan investor bisa berinvestasi untuk ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik. (sumber: mi)