Home / Humaniora / Rabu, Jenasah Pelatih Kempo Bernabas Ndjoerumana Dipulangkan

Rabu, Jenasah Pelatih Kempo Bernabas Ndjoerumana Dipulangkan

Bernabas Djurumana (ketiga dari kiri). Foto: Viva.co
Bernabas Djurumana (ketiga dari kiri). Foto: Viva.co

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Jenasah pelatih kempo Nusa Tenggara Timur Barnabas nDjoroemana dipulangkan dari Hongkong ke Indonesia pada Rabu (9/8/2017).

Jenasah dijadwalkan tiba di Bandara El Tari Kupang dengan Pesawat Garuda GA 438 pada Kamis (10/8/2017) pukul 12.50 Wita.

Ketua Harian KONI NTT Andre Koreh mengatakan Bernabas meninggal di Pesawat Cathay Pasific CX 873 penerbangan dari San Fransico-Hongkong pada 4 Agustus sekitar pukul 04.00 dini hari atau Jumat (5/8) sekitar pukul 19.00 Wita.

Bernabas (Nabas) pergi ke Amerika bersama tim Kempo NTT untuk menyaksikan anak didiknya bertarung di World Championship Shorinji Kempo yang digelar di San Mateo, California pada 27 Juli-3 Agustus.

Bernabas meninggal karena menderita komplikasi jantung dan paru-paru. “Sejak awal rencana keberangkatan kami sudah menyarankan pak Bernabas tidak ikut terkait kondisi sakitnya. Namun kaena kecintaan dan kemauan kerasnya menyaksikan anak anak didiknya bertanding, ia tetap ikut dalam rombongan,” kata Andre.

Baca Juga :  Program BSM Belum Menyentuh Siswa Miskin

Bernabas meningal setelah tiga jam penerbangan dari total 16 jam. Menurut Andre, Bernabas sempat pergi ke toilet beberapa kali dan saat ke toilet yang terakhir, ia jatuh dan tidak sadarkan diri.

“Seluruh awak pesawat termasuk pilot dan penumpang yang kebetulan berprofesi sebagai dokter turut membantu
menyelamatkan pak Nabas, namun Tuhan berkehendak lain. Pak Bernabas meninggal pada pukul 04.00 dini hari,” ujarya

Pilot sempat ingin menurunkan jenasah Bernabas di Maryland, namun rombongan Kempo Indonesia berkeras agar perjalanan tetap dilanjutkan ke Hongkong.

Adapun dalam pertandingan di Amerika, Indonesia meraih 3 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Indonesia menjadi juara umum kedua setelah Jepang dari 24 negara yang mengikuti pertandingan tersebut. Kita telah kehilangan seorang figur panutan dalam dunia Kempo. Selamat jalan Pak Nabas. (*gma)

Baca Juga :  Watomiten jadi Kawasan Wisata Rohani Terbesar di NTT

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda