Home / Bisnis / PT Garam Panen Perdana Garam Industri di Bipolo

PT Garam Panen Perdana Garam Industri di Bipolo

ILUSTRASI: Panen Perdana Garam Industri di Bipolo/Foto: Gamaliel
ILUSTRASI: Panen Perdana Garam Industri di Bipolo/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) Agung Kuswandono bersama Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Budiono melakukan panen perdana 300 ton garam industri di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Kamis (1/12).

Panen garam di Bipolo tersebut dilakukan saat produksi garam nasional merosot akibat La Nina, seperti di Madura, petani garam setempat mengalami gagal panen.

Panen garam tersebut dilakukan secara manual di atas geomembran, namun pada panen kedua akan menggunakan alat berat dari meja garam yang siap dipanen dalam waktu dekat.

Menurut Achmad, NTT memiliki keunggulan dua kali lipat dibandingkan dengan Madura dalam hal pengembangan garam. Pasalnya daerah ini memiliki musim panas sampai sembilan bulan. Adapun di Madura hanya lima bulan. Karena itu, ketika petani Madura gagal panen, di NTT malah panen garam.

Baca Juga :  Harga Bawang Putih di Kupang Turun jadi Rp70 Ribu per Kilogram

Sebelum dipanen, ratusan garam ton sudah dipesan oleh pembeli dari sejumlah industri di Jawa. “Sudah ada kapal yang akan mengangkut garam ke pembeli,” ujarnya.

Lokasi tambak garam tersebut berada di areal seluas 395 hektare (ha) dengan nilai investasi Rp10 miliar. Sesuai rencana, PT Garam akan terus mengembangkan areal tambak mencapai 8.000 ha dengan nilai investasi mencapai Rp25 miliar sehingga produksi garam dari Tambak Bipolo diperkirakan mencapai 1 juta ton per tahun.

Pengembangan areal tambak garam tersebut untuk mempercepat Swasembada Garam Nasional pada 2017. Dia menyebutkan NTT memiliki potensi sebagai penyuplai garam nasional. Saat ini potensi pengembangan garam di NTT mencapai 13.000 ha. Dari jumlah itu, 8.000 berada di Teluk Kupang termasuk Bipolo, dan 5.000 ha lainnya tersebar di Rote, Ende, Nagekeo, dan Sabu.

Baca Juga :  Universitas Katolik Atma Jaya Gelar Konferensi Internasional Kelapa

“Kita tidak bisa swasembada garam tanpa mengeluarkan garam dari NTT,” katanya.

Acara panen perdana garam tersebut dihadiri Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur M Hassan dan Ketua HMPG Jawa Barat Edi Ruswandi.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono mengatakan seluruh potensi pengembangan garam di NTT akan dieksplorasi secara maksimal untuk menghasilkan garam bagi kebutuhan nasional.
Dengan demikian, garam dari NTT juga akan menutup garam impor selama ini. Kalaupun masih impor, ia berharap bukan garam dari level menengah hingga konsumsi. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda