Home / Humaniora / Proyek Saluran Irigasi di Helabeik Diminta Dilanjutkan

Proyek Saluran Irigasi di Helabeik Diminta Dilanjutkan

Bagikan Halaman ini

Share Button
Denny Zacharias

Denny Zacharias

Rote–Lintasntt.com: Masyarakat Desa Helabeik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao berharap pembangunan saluran irigasi di desa yang terhenti, segera dilanjutkan.

Saluran irigasi itu untuk menghubungkan dua mata air yakni Tokooen dan Oeina dengan bendungan. Saat ini pekerjaan saluran sudah mencapai 400 meter.

Permintaan tersebut disampaikan warga kepada anggota DPRD Rote Ndao Denny Zacharias. “Ke depan saluran irigas ini harus dilanjutkan hingga terhubung dengan bendungan supaya air tidak terbuang sia-sia,” ujarnya kepada lintasntt.com, Kamis (5/11).

Jika pekerjaan sudah rampung, air akan mengalir sampai bendungan sehingga dapat dimanfaatkan petani. Di Helabeik terdapat sekitar 200 hektare areal sawah yang membutuhkan air.

Sementara itu anggota DPRD Rote Ndao David Detaq mengatakan pembangunan proyek tower air dan pipa yang dilakukan PDAM Rote Ndao mengakibatkan persawahan di Desa Tuanatuk menderita kekurangan air.

Baca Juga :  Wartawan dan Mahasiswa di Kupang Ikut Pelatihan Investigasi

Proyek itu untuk mengalirkan air dari sumber air Tilunisi Holoama di Desa Holoama ke sejumlah lokasi seperti polres, Tuyuu, Tuanatuk dan Lelain “Begitu PDAM mulai bangun tower dan pipa, air untuk mengairi persawahan berkurang,” ujarnya.

David minta pemerintah daerah serius memperhatikan kekurangan air di persawahan tersebut. Pasalnya persawahan di Desa Tuanatuk dan Holoama merupakan salah satu lumbung beras di Rote Ndao.

Ia mengatakan sekitar tiga perempat persen wilayah Desa Tuanatuk terdiri dari areal persawahan sehingga kebutuhan air untuk wilayah ini sangat besar. “Beberapa waktu lalu pemerintah membangun sebuah bendungan kecil di Tuanatuk. Bendungan dibangun di lokasi yang lebih rendah dari persawhan sehingga air sulit dialirkan ke sawah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kena PHK di Kalimantan, 89 Warga Belu Pulang Kampung

Petani kemudian mensiasati dengan cara membuat selokan menggunakan seng. David juga minta pemerintah membangun pembatas di bantaran sungai Oesamboka. Pasalnya saat musim hujan, banjir membawa material tanah dan lumpur hingga areal persawahan. “Kondisi seperti ini harus diatasi sehingga tidak mendatangkan kerugian bagi masyarakat. (hk)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda