Home / Timor / Proyek Jalan belum Rampung, DPRD Kota Kupang Panggil Dinas PU

Proyek Jalan belum Rampung, DPRD Kota Kupang Panggil Dinas PU

Ilustrasi Proyek Jalan di Kota Kupang/Foto: Gamaliel
Ilustrasi Proyek Jalan di Kota Kupang/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Selly Tokan mengatakan akan memanggil Dinas PU karena masih ada lima proyek jalan kelurahan tahun 2015 yang belum rampung.

Menurut Selly, lima proyek jalan keluarahan tersebut dikerjakan sejak 2015 yang seharusnya rampung paling lambat 31 Desember 2015.

Komisi III akan melakukan sidak ke lapangan untuk melihat dari dekat proyek jalan keluaran yang belum selesai tersebut. Setelah itu akan memanggil kepala dinas PU.

“Masyarakat mengirim sms dan menelepon. Mereka¬†mengeluh karena pengerjaan jalan kelurahan belum selesai sehingga menghambat aktivitas masyarakat,” katanya.

Selly juga menyayangkan pekerjaan pembangunan jalan kelurahan diserahkan kepada dua kontraktor besar. Padahal dua kontraktor itu juga mengerjakan proyek APBN dan APBD 1.

Baca Juga :  Hujan Senin Bukan Pertanda NTT Memasuki Awal Musim Hujan

“Setiap tahun hanya kasih H Rahman dan CV UKB. Padahal kontraktor lain bisa kerja juga. Seharusnya jangan menumpuk di satu kontraktor biar terlambat seperti ini. Nanti kita akan panggil Dinas PU,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang juga menyayangkan lambannya penyelesaian pengerjaan fisik jalan kelurahan. Ia berharap Dinas PU mendorong kontraktor agar secepatnya bisa merampungkan pengerjaan fisik tersebut.

” Apa pun yang terjadi proyek fisik tersebut harus rampung.Anggaran sudah dikasih malah kerjanya tidak selesai,” ujar ketua Fraksi Gerindra tersebut.

Kepala Dinas PU Kota Kupang Beny Sain beralasan lambatnya penyelesaian pengerjaan fisik jalan dilapangan karena stok semen sempat menghilang di pasaran.

Baca Juga :  KBM SD Tuakau di Fatuleu Lumpuh Akibat Banjir

Akibatnya kontraktor terpaksa harus menunggu semen sampai awal Januari 2016. ” Bulan Desember semen sempat menghilang dari pasaran sehingga pengerjaan terpaksa dihentikan sementara. Kontraktor juga kesulitan mendapatkan batu pecah karena banyaknya pengerjaan fisik,” tutur Beny. (rr)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda