Home / Nasional / Presiden Jokowi akan Meletakan Batu Pertama Jembatan Pancasila

Presiden Jokowi akan Meletakan Batu Pertama Jembatan Pancasila

SELAT GONZALU--Panorama Selat Gonzalu yang Dipotret dari pesawat Mei 2016 lalu. Selat ini memisahkan Pulau Flores (kanan) dan Pulau Adonara (kiri). Di atas selat ini akan dibangun Jembatan Pancasila mulai Desember 2016/Foto: Gamaliel Amalo
SELAT GONZALU--Panorama Selat Gonzalu yang Dipotret dari pesawat Mei 2016 lalu. Selat ini memisahkan Pulau Flores (kanan) dan Pulau Adonara (kiri). Di atas selat ini akan dibangun Jembatan Pancasila mulai Desember 2016/Foto: Gamaliel Amalo

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Presiden Jokowi dijadwalkan meletakan batu pertama pembangunan Jembatan Pancasila yang menghubungkan Pulau Flores (Kabupaten Flores Timur) dengan Pulau Adonara.

Peletakan batu pertama pada acara puncak Peringatan Hari Nusantara di Kabupaten Lembata pada 13 Desember 2016.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Setda NTT Semuel Pakereng lewat rilis yang diterima lintasntt.com, Jumat (26/10).

Pakereng mengatakan kelengkapan administrasi terkait studi kelayakan (feasibility study/FS) sedang diproses di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Penandatanganan kontrak dengan konsultan yang memenangi pra feasibility study dijadwalkan 19 September 2016,” ujarnya.

Jembatan Pancasila memiliki panjang 800 meter, membentang di atas Selat Gonzalu yang memisahkan Flores dan Adonara. Lebar 24 meter, dan tinggi 40 meter. Jika ditambah bangunan pendukung, panjang jembatan akan menjadi 1.200 meter.

Baca Juga :  Wali Kota dan Dirut PDAM Terbang ke Beijing Pelajari Tata Kelola Air

Di Jembatan Palmerah akan dibangun pembangkit Listrik yang memanfaatkan arus laut Selat Gozalu.

Sebelumnya Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan kepada wartawan bahwa nilai investasi pembangunan jembatan pernah disepakati bersama investor asal Belanda sebesar US$ 400 juta. Pihak investor juga bersedia memasang turbin Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di jembatan. “Jika konstruksi jembatan dilakukan Kementerian PUPR, investor hanya bertugas memasang turbin Pembangkit Listrik,” ujarnya. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda