Home / Politik / Prabowo: Pilih yang Benar atau Menderita

Prabowo: Pilih yang Benar atau Menderita

Prabowo Subianto (tengah) bersama Ketua Fraksi Gerindra DPR Fary Francis (kiri). Foto: lintasntt,com
Prabowo Subianto (tengah) bersama Ketua Fraksi Gerindra DPR Fary Francis (kiri). Foto: lintasntt,com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Atambua–Calon Presiden RI nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan seusai perayaan Natal Nasional Partai Gerindra di Atambua, Ibu Kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (27/12) sore.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyebutkan tidak berani mengangkat dua jari yang merupakan nomor urut pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena menyalahi aturan. Kegiatannya di Atambua tidak memakai izin kegiatan kampanye terbuka. “Tetapi kalian tahu saya berharap dukunganmu,” kata Prabowo Subianto di hadapan ribuan warga yang memadati gedung Graha Kirana, Atambua.

Menurut Prabowo, kedatangannya ke Atambua bukan juga dalam rangka meminta dukungan kepada tokoh-tokoh agama, melainkan kepada warga negara biasa. Menurutnya, rakyat mesti berani mengambil sikap politik dengan memilih yang benar, atau menderita karena tidak sejahtera.

Kepada warga, Prabowo berjanji akan berbuat lebih baik dan lebih banyak bagi masyarakat Indonesia, terutama rakyat di Timor karena sudah terbukti berkorban untuk bangsa dan negara selama perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di eks provinsi Timtim. Namun, janji Prabowo itu bisa terlaksana jika ia diberi amanah memimpin Indonesia.

Baca Juga :  KPU NTT Coret Dua WNA dari DPT Pemilu

Prabowo mengaku puluhan tahun tidak pernah datang ke Atambua bertemu dengan rekan-rekannya yang pernah bersama-sama berjuang di Timtim. Akan tetapi, kali ini ia datang setelah berhasil membangun kekuatan baru lewat Partai Gerindra, dan saat ini Gerindra bertambah kuat karena membela rakyat miskin.

“Kita tidak rela melihat rakyat menderita, kita tidak ingin ada kemiskinan di antara saudara-saudara kita,” tandasnya.

Dengan kekuasaan politik, tambah Prabowo, pemerintah bisa mengatur kekayaan negara. Bumi, air dan semua kekayaan yang ada di dalamnya harus dikuasai oleh pemerintah dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, bukan kemakmuran seglintir orang.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan salam Natal kepada umat Kristiani di seluruh Indonesia. Prabowo menegaskan sudah minta pendapat ulama dan ustaz terkait menyampaikan ucapan selamat Natal. Para ulama dan ustaz, menurut dia, menyebutkan tidak ada larangan untuk itu.

Baca Juga :  80 Persen Orang Timor di Kupang Pilih Jonas-Niko

“Kepada umat Kritiani di Indonesia dan khususnya di Belu, semoga hari Natal ini membawa kebaikan bagi saudara, dan di tahun yang akan datang mendapat kedamaian kebaikan, kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran,” ujarnya.

Perayaan Natal nasional Gerindra dihadiri sejumlah tokoh DPP Partai Gerindra, antara lain Fary Francis, Sara Djojohadikusumo, dan Hasyim Djojohadikusumo, serta pimpinan DPD dan DPC Gerindra di NTT. Hadir pula sejumlah mantan pejuang eks-Timtim, warga eks-Timtim, dan warga Kabupaten Belu.

Seusai menyampaikan sambutan, Prabowo kembali ke Kupang sebelum melanjutkan perjalanan ke Maluku. (A-2)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda