Home / Hukum / Polda Kirim Detasemen Perlawanan Teror ke Naibonat

Polda Kirim Detasemen Perlawanan Teror ke Naibonat

Kabid Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Jules Abraham Abast/Foto: Gamaliel
Kabid Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Jules Abraham Abast/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ratusan aparat keamanan diterjunkan ke Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang untuk memberikan rasa aman dan nyaman pasca penyerangan yang menewaskan satu orang, Senin, 26 Januari 2016 dini hari.

“Kami menerjunkan personel ke lokasi penyerangan bukan situasi di sana tegang dan mencekam, tetapi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,’ kata Kabid Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar (AKB) Jules Abraham Abast kepada wartawan di Kupang, Selasa (27/1).

Aparat keamanan sebanyak dua satuan setingkat peleton (SST) Brimob terdiri dari pasukan pengurai massa (Ranmas) dan detasemen perlawan teror (wanteror). Selain masih ada lagi personel dari Polres Kupang dan anggota TNI dari Kodim 1604 Kupang. Ia mengatakan aparat keamanan akan melakukan upaya preventif, represif dan penegakan hukum.

Seperti diberitakan, tragedi Naibonat versi polisi menyebutkan pada Senin pukul 03.00 dini hari, dua pemuda yang diketahui warga eks pengungsi Timtim mengendarai sepeda motor berusaha membakar sebuah bengkel tambal ban milik warga setempat bernama Ronal Lado.

Baca Juga :  Rumah Ketua DPRD SBD Ludes Terbakar

Keduanya sempat membakar kursi sofa di depan bengkel. Karena dipergoki warga, mereka melarikan diri. Ketika itu warga sudah berdatangan ke lokasi kejadian karena beberapa orang memukul tiang listrik sebagai tanda untuk memanggil warga berkumpul.

Menurut Jules, beberapa saat kemudian dua pemuda tadi datang lagi mengendarai sepeda motor dan melepaskan panah ke arah Efrain Sinlae, warga yang rumahnya bersebelahan dengan bengkel
“Ketika itu Efrain ada di situ karena baru kembali dari rumah duka,” ujarnya.

Beruntung panah tidak mengenai Efrain tetapi menancap di pintu kios yang disatukan dengan rumahnya. Setelah itu mereka melarikan diri. Baru sekitar 30 meter, keduanya jatuh. Warga pun ramai-ramai menangkap salah di antara mereka dan memukulnya hingga sekarat. Korban bernama Deonisio Gusmao menghembuskan napas terakhir begitu tiba di rumah sakit.

Baca Juga :  Kecelakan Maut di Namosain Renggut Nyawa Bocah SD

“Satu orang ditangkap warga karena terhimpit sepeda motor sehingga tidak berhasil melarikan diri,” ujar Jules.

Rekan Deonisio bernama Jose Soares yang meloloskan diri, minta bantuan seorang anggota TNI. Ia dan anggota TNI tersebut datang ke lokasi kejadian untuk mengambil kembali sepeda motor miliknya. “Saat itu anggota TNI tidak tahu terjadi keributan karena pemuda tadi bilang warga menahan sepeda motornya,” kata Jules. Ketika kembali ke sana, Jose dipukul warga hingga dirawat di rumah sakit.

Saat ini situasi sudah kembali normal. Polisi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama telah menenangkan warga. Menurut Dia, polisi sedang menyelidiki motif dibalik peristiwa ini. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda